Kamis, 12 November 2015

NANGIS ITU WAJAR

Yang namanya kehidupan pasti akan ada saatnya kita bahagia dan ada saatnya kita sedih. Hidup itu ga mungkin mulus-mulus aja kayak jalan tol dan kita harus bisa sabar dan kuat dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada dihidup kita. Ga cuman sabar tapi kita juga harus bisa menyelesaikan permasalahan kita walaupun itu sulit dan rumit. Disetiap permasalahan yang ada dihidup kita itu pasti ada hikmahnya dan itu membuat kita menjadi orang yang lebih dewasa.

Ketika kita punya masalah mau itu masalah yang simpel sampe yang rumit yang namanya manusia pasti akan ngerasa nge-down dan mereka akan bingung gimana cara nyelesaiinnya karena mereka udah mikir kondisi terburuknya dulu dan ga berusaha untuk positive thinking dan untuk cewek akhirnya pasti akan curhat ke temennya dan nangis dan pasti pake perasaan dulu dibanding logika tapi sebenernya cowok juga kayak gitu ya walaupun mereka akan lebih tegar dan bisa mikir pake logika tapi, itu menurut aku. Nah, nangis itu wajar ga sih kalo kita lagi ada masalah? Dan jawabanku adalah wajar kok. Pernah ngerasa down? Rasanya capek batin? Bingung mau cerita sama siapa? Yaa pasti pernahh...aku pernah ngalamin kayak gitu punya masalah dan bingung banget tapi capek batin mau nyelesaiin tapi waktunya belum tepat dan akhirnya aku cuma bisa luapin dengan nangis se nangisnya supaya aku lebih lega. Dan setelah nangis rasanya yaa sedikit lebih lega, dan lebih tenang jadi lebih bisa mikir buat nyelesaiin masalahnya. Bukan cengeng tapi emang itu wajar banget ketika kita punya masalah dan kita bingung mending luapin dengan nangis daripada kita melakukan hal-hal yang “negatif”. Jadi, buat kalian kalau lagi ada masalah dan kalian ngerasa ngedown, bingung, capek batin, bingung mau cerita sama siapa menangislah sepuasnyaa sampai kalian ngerasa lebih tenang.



SEDIKIT TENTANG EPILEPSI

Hai-haiii...kali ini aku masih kasih info sedikit tentang kesehatan yaitu tentang epilepsi. Apa sih epilepsi itu? Penyebabnya apa? Gejalanya apa? Bagaimana cara Pengobatannya? nihh jawabannyaa...cekidot.

Otak kita itu terdiri dari jutaan sel saraf atau neuron yang bertugas mengkoordinasikan semua aktivitas tubuh termasuk perasaan, penglihatan, berpikir, dan menggerakkan otot. Tiap sel saraf saling berkomunikasi dengan menggunakan impuls listrik. Kejang terjadi ketika impuls listrik tersebut mengalami gangguan sehingga menyebabkan perilaku atau gerakan tubuh yang tidak terkendali, dan itu biasa dikenal dengan epilepsi. Epilepsi merupakan gangguan neurologis jangka panjang yang biasanya orang-orang awam mencirikan penderita epilepsi dengan kejang.

Kejang memang menjadi gejala utama penyakit epilepsi, namun belum tentu orang yang mengalami kejang mengidap kondisi ini. Dalam dunia medis, seseorang didiagnosis dengan epilepsi setelah mengalami kejang sebanyak beberapa kali. Tingkat keparahan kejang pada tiap penderita epilepsi berbeda-beda. Ada yang hanya berlangsung beberapa detik dan ada juga yang hingga beberapa menit. Ada yang hanya mengalami kejang pada sebagian tubuhnya dan ada juga yang mengalami kejang total hingga menyebabkan kehilangan kesadaran.

Banyak orang ketika mendengar kata “epilepsi” membayangkan bahwa penyakit itu penyakit yang parah dan menyeramkan, memang penyakit itu merupakan penyakit jangka panjang yang proses penyembuhan tergantung dari si pasien sendiri dan kalaupun sembuh ada yang 100 % sembuh ada yang bisa kambuh lagi. Dan ketika mendengar kata epilepsi selalu dikaitkan dengan kejang, sebenarnya penderita epilepsi tidak selalu harus kejang ada yang pada saat terjadi serangan epilepsi penderita mengalami hilang kesadaran, atau penderita lupa dengan kejadian sebelum atau setelahnya jadi seperti ada tombol pause pada otaknya, dan banyak macam-macam serangan epilepsi selain kejang.

Epilepsi dapat mulai diderita seseorang pada usia kapan saja, meski umumnya kondisi ini terjadi sejak masa kanak-kanak. Berdasarkan temuan penyebabnya, epilepsi dibagi menjadi tiga, yaitu epilepsi simptomatik, kriptogenik, dan idiopatik. Pada epilepsi simptomatik, umumnya kejang-kejang diakibatkan oleh adanya gangguan atau kerusakan pada otak. Bertolak belakang dengan simptomatik, penyebab kejang pada epilepsi idiopatik sama sekali tidak ditemukan. Sedangkan pada epilepsi kriptogenik, meski tidak ditemukannya bukti kerusakan struktur pada otak, namun gangguan belajar yang diderita menunjukkan adanya kerusakan.

Untuk pengobatan penderita epilepsi, Hingga kini memang belum ada obat atau metode yang mampu menyembuhkan kondisi ini secara total. Meski begitu, obat anti epilepsi atau OAE mampu mencegah terjadinya kejang, sehingga penderita dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara normal dengan mudah dan aman. Selain obat-obatan, penanganan epilepsi juga perlu ditunjang dengan pola hidup yang sehat, seperti olahraga secara teratur, tidak minum alkohol secara berlebihan, serta mengonsumsi makanan yang mengandung gizi seimbang. Alasan kenapa kejang-kejang pada penderita epilepsi perlu ditangani dengan tepat adalah untuk menghindari terjadinya komplikasi dan situasi yang dapat membahayakan nyawa penderitanya. Contohnya adalah terjatuh, tenggelam, atau mengalami kecelakaan saat berkendaraan akibat kejang.

Mungkin itu sedikit info tentang epilepsi yang saya ketahui, menurut saya ketika seseorang didiagnosa penyakit ini penderita jangan pantang menyerah, lakukan apa yang dokter perintahkan, rajin minum obatnya, rutin check up agar mengetahui perkembangan penyakitnya, dan harus yakin pasti bisa sembuh. Sedangkan, untuk orang-orang awam maupun orang-orang sekelilingnya ketika teman,sahabat,atau saudara anda menderita penyakit ini tolong beri dukungan bagi penderita karena mereka butuh dukungan moral dan jangan dihindari justru kita harus membantu menjaga,mengawasi, dan mengingatkan penderita.

Semoga Bermanfaat.

TENTANG AKU

Ini tentang akuu...
Didalam perut mamah selama 9 bulan, waktu hamil mamah itu ngidam banget sama bakso dan singkong goreng dan akhirnya dilahirkan ke dunia dalam keadaan normal di hari Minggu jam 13.05 wib tanggal 05 November 1995 dirumah sakit Kasih Ibu, Surakarta, Solo dengan berat 2 kg 70 ons, panjang 50 cm . Aku anak ke-2 dari tiga bersaudara, kakak aku perempuan dan adikku laki-laki. Beda umur kita itu 2 tahun masing-masing jadi wajarlah kalau sering berantem. Pada saat aku lahir papah tidak ada disamping mamah, yang nungguin waktu proses kelahiranku eyang uti dan eyang kakung aku. Papah masih dijakarta karena ada kerjaan tapi ketika dihubungin kalau aku udah lahir papah langsung ke solo, sesampai disolo papah langsung kerumah sakit dan akhirnya aku di adzanin sama papah. Namaku? Yang kasih nama buat aku banyak ada usulan dari tante, om, eyang uti, papah,dan mamah...aku dikasih nama Novita Dwi Rahma. Arti dari namaku Novita, artinya karena aku lahir dibulan november makanya ada nama Nov. Dwi, artinya karena aku anak kedua. Rahma, artinya supaya aku selalu dirahmati oleh Allah swt. Aku biasa dipanggil sama keluargaku Vita, dan sampe sekarang teman-teman aku juga panggil aku kayak gitu atau panggil aku pitah. Dari aku bayi sampe umur 2 bulan aku dibesarkan di solo, yaa yang pasti yang ngurusin aku adalah mamahku dan papahku denga bantuan eyang uti aku. Umurku 2 bulan aku dan keluarga pindah ke jakarta, aku dibesarkan di jakarta. Aku beruntung karena aku dibesarkan oleh kedua orang tuaku langsung tanpa pengasuh. Dimasa kecilku sampe sekarang aku paling deket sama papah, kalau sama mamah aku juga deket tapi aku anggep mamah itu sahabatku.

Masa kecilku aku gendut tapi sekarang udah ideal kok masih kurus tapi. Rambutku ikel banget terus ngembang kayak singa kalo bangun tidur. Dulu, waktu kecil kalau mau tidur aku harus didongengin sama mamah atau papah baru bisa tidur sambil ngedot. Paling gabisa pisah sama mamah waktu kecil apa-apa dari mulai mandi, makan, pakein baju, main selalu sama mamah. Hobi aku itu nonton tv, makan, dengerin lagu, masak, baca buku. Cita cita aku waktu kecil mau jadi chef, terus ganti lagi mau jadi dokter tapi mungkin bukan jalannya karena akhirnya aku kuliah di jurusan sistem informasi hehe. Di masa sekolah aku bersekolah di TK Tunas Bangsa, SD O3 Pagi Pondok Labu, SMPN 226 Jakarta, SMA 49 Jakarta, dan sekarang aku kuliah di Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi. Aku itu orangnya cengeng gampang banget nangis, egois, keras kepala, rajin, moody-an, penasaran sama sesuatu hal yg belum aku tahu, paling gabisa marah tapi kalau udah kelewatan bisa galak, perhatian, suka hal-hal romantis, labil, dan banyak deh dan jujur kadang masih kayak anak kecil tapi makin kesini belajar untuk dewasa kok hehe. Kalau kata orang-orang sekelilingku aku orangya lucu, nyengir terus, ramah banget walalupun sama orang yang ga dikenal, baik katanya tapi menurutku baik itu semua orang pasti baik, ada ada aja tingkahnya, lebay katanya sering banget bilang mintaa maaf sama makasih, orangnya ga enakan. Aku paling suka banget sama film horor. Dari aku kecil sampe usia aku sekarang 20 tahun aku masih selalu tergantung sama mamah papah dari hal yang paling kecil sampe ambil keputusan.

Diantara kakak dan adikku, aku itu anak yang paling sering sakit, kondisi fisik aku yang paling lemah. Aku sering banget bolak-balik rumah sakit dan orang yang paling setia nganterin dan nungguin aku kalo itu papah soalnya kalau mamah panikan. Dan sampe sekarang disaat aku lagi masa penyembuhan kalau kerumah sakit buat check up juga papah yang nungguin dan nemenin aku dan papah bisa sampe ga masuk kerja. Aku yang sekarang bukan aku yang dulu sekarang aku lagi masa penyembuhan, banyak pantangan dan sangat ga diperbolehkan buat capek-capek sama mikir berat tapi gimana yaa umur aku mah kalau dibilangin agak bandel hehe. Untuk hal minum obat aja aku suka lewat dan ga minum obat padahal harus banget obatnya diminum sampe mamah papah itu jadi makin over protective semenjak aku sakit yang padahal aku ga suka digituin. Tapi, makasih bangetlah buat mamah dan papah buat supportnya dan semuanyaaa.

Dari penampilan, Dulu aku ga berhijab, dari tk sampe smp rambutku pendek paling panjang se-bahu semenjak sma aku panjangin rambut dan biasanya rambutku sering aku kuncir dan pada saat masuk semester 3 perkuliahan alhamdulillah aku berhijab sampe sekarang dan semoga tetap istiqomah amiin. Makanan dan minuman favorit aku itu bakso, fetuccini carbonara, masakan buatan mamah, sate ayam, makanan yang ada kejunya dan buat minuman aku suka air putih, sirup leci, ice lychee tea, eskrim, kalau buat buah-buahan aku suka banget sama mangga, anggur, kelengkeng,dan melon.

Prinsip hidup aku yang sekarang dengan kondisi yang sekarang gamau muluk-muluk aku cuma pengen bisa berbuat baik ke semua orang, ga pantang menyerah, dan membuat orang disekeliling aku bahagia ketika disamping aku. Kalau tujuan hidup aku pengen banget bahagiain kedua orang tua, bisa lulus dan wisuda tepat waktu dan jadi orang yang sukses kalau masih dikasih kesempatan, memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, pengen bisa traveling dan jadi backpacker terus pengen naik gunung sama orang yang tulus sayang sama aku, dan yang paling utama pengen sembuhhh.

Udah deh yaa hehe...gabakal selesai kalau cerita tentang diri sendiri. Alasan kenapa aku cerita tentang diriku aku pengen punya tulisan yang menggambarkan supaya ketika aku lupa setidaknya aku masih bisa baca tulisan ini buat memperbaiki ingatan aku.. hehe. sekian


Perbandingan Diksi

1.

Pada berita pertama ini merupakan contoh diksi yang baik karena, Ciri-ciri diksi yang baik harus memperhatikan beberapa hal yaitu :
1. Ketepatan
2. Kecermatan
3. Keserasian

Kaidah makna mengacu pada persyaratan ketepatan pilihan kata yang berfungsi sebagai lambang objek, pengertian, atau konsep. Pada kalimat “Desember, Hampir Seluruh Indonesia Diguyur Hujan” kata “diguyur” memiliki makna yang hampir sama dengan kata “turun hujan” (sinonim), dan untuk kalimat “Hampir seluruh indonesia” memiliki makna hiponim yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan karena kalimat “hampir seluruh Indonesia” maknanya mewakili daerah-daerah di Indonesia contohnya jakarta. Pada kalimat ini juga mengandung makna denotasi. Sedangkan diksi dalam kaidah sintaksis, pada kalimat ini pemakaian kata-katanya mudah dimengerti oleh semua kalangan yang membaca berita ini dan kalimat yang ditulis pun sangat efektif. Dan untuk diksi dalam kaidah sosial, pilihan kata-katanya dalam kalimat tersebut sudah sesuai untuk semua kalangan yang membaca masih formal, tidak terlalu baku, namun efektif.


2.


Pada berita diatas merupakan contoh penggunaan diksi yang kurang baik karena pilihan kata yang dipakai kurang tepat contohnya: kepeleset,ketauan,nginep. Kemudian terdapat makna konotasi yaitu “spiderman” namun dalam artian makna konotasi yang negatif (kurang sopan). Kalimat tersebut juga tidak efektif karena akan sulit dipahami untuk beberapa pembaca serta bahasa dan pilihan kata yang digunakan sangat kurang baik dan kurang formal untuk sebuah judul berita serta kalimatnya juga ambigu, yang kemudian bisa menimbulkan salah arti bagi para pembaca, contoh : “takut ketauan”. Kurangnya keserasian pada kalimat tersebut karena penggunaan tanda baca yang kurang tepat. Dari segi diksi dalam kaidah sosial kalimat diatas pilihan kata-katanya masih kurang sesuai, dan masih kurang cocok jika dibaca oleh semua kalangan.


Referensi :
http://www.kompas.com/
http://sains.kompas.com/read/2015/11/12/20150031/Desember.Hampir.Seluruh.Indonesia.Diguyur.Hujan?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp
http://malesbanget.com/2014/09/luar-biasa-headline-lampu-hijau-paling-jenius/

NAMA : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
Kelas : 3 KA 13

Rabu, 11 November 2015

DIKSI & KALIMAT EFEKTIF

DIKSI

Definisi Diksi
Pilihan kata atau Diksi adalah pemilihan kata – kata yang sesuai dengan apa yang hendak kita ungkapkan. Diksi atau Plilihan kata mencakup pengertian kata – kata mana yang harus dipakai untuk mencapai suatu gagasan, bagaimana membentuk pengelompokan kata – kata yang tepat atau menggunakan ungkapan – ungkapan, dan gaya mana yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.

Fungsi dari diksi antara lain :
• Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
• Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
• Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
• Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.

Sebelum menentukan pilihan kata, penulis harus memperhatikan dua hal pokok, yakni: masalah makna dan relasi makna :
Makna sebuah kata / sebuah kalimat merupakan makna yang tidak selalu berdiri sendiri. Adapun makna menurut (Chaer, 1994: 60) terbagi atas beberapa kelompok yaitu :
1. Makna Leksikal : Makna yang sesuai dengan referennya, sesuai dengan hasil observasi alat indera / makna yg sungguh-sungguh nyata dlm kehidupan kita. Contoh: Kata tikus, makna leksikalnya adalah binatang yang menyebabkan timbulnya penyakit (Tikus itu mati diterkam kucing).

2. Makna Gramatikal : Untuk menyatakan makna-makna atau nuansa-nuansa makna gramatikal, untuk menyatakan makna jamak bahasa Indonesia, menggunakan proses reduplikasi seperti kata: buku yg bermakna “sebuah buku,” menjadi buku-buku yang bermakna “banyak buku”.

3. Makna Referensial dan Nonreferensial : Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Maka kata-kata itu mempunyai referen, yaitu sesuatu di luar bahasa yang diacu oleh kata itu. Kata bermakna referensial, kalau mempunyai referen, sedangkan kata bermakna nonreferensial kalau tidak memiliki referen. Contoh: Kata meja dan kursi (bermakna referen). Kata karena dan tetapi (bermakna nonreferensial).

Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : fonem, silabel, konjungsi, hubungan, kata benda, kata kerja, infleksi, dan uterans.

Macam macam hubungan makna :
1. Sinonim : Kata-kata yang memiliki persamaan / kemiripan makna. Sinonim sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain. Contoh: Kata buruk dan jelek, mati dan wafat.
2. Antonim : Ungkapan (berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya dianggap kebalikan dari makna /ungkapan lain. Contoh: Kata bagus berantonim dengan kata buruk; kata besar berantonim dengan kata kecil.
3. Polisemi : Sebagai satuan bahasa (terutama kata atau frase) yang memiliki makna lebih dari satu. Contoh: Kata kepala bermakna ; bagian tubuh dari leher ke atas, seperti terdapat pada manusia dan hewan, bagian dari suatu yang terletak di sebelah atas atau depan, seperti kepala susu, kepala meja,dan kepala kereta api, bagian dari suatu yang berbentuk bulat seperti kepala, kepala paku dan kepala jarum dan Iain-lain.
4. Hiponim : Suatu kata yang yang maknanya telah tercakup oleh kata yang lain, sebagai ungkapan (berupa kata, frase atau kalimat) yang maknanya dianggap merupakan bagian dari makna suatu ungkapan. Contoh : kata tongkol adalah hiponim terhadap kata ikan, sebab makna tongkol termasuk makna ikan.
5. Hipernim : Suatu kata yang mencakup makna kata lain.
6. Homonim : Kata-kata yang memiliki kesamaan ejaan dan bunyi namun berbeda arti.
7. Homofon : Kata-kata yang memiliki bunyi sama tetapi ejaan dan artinya berbeda.
8. Homograf : Kata-kata yang memiliki tulisan yang sama tetapi bunyi dan artinya berbeda.

Makna Denotasi
Makna Denotasi merupakan makna kata yang sesuai dengan makna yang sebenarnya atau sesuai dengan makna kamus.

Contoh :
Adik makan nasi.
Makan artinya memasukkan sesuatu ke dalam mulut.

Makna Konotasi
Kalau makna Denotasi adalah makna yang sebenarnya, maka seharusnya Makna Konotasi merupakan makna yang bukan sebenarnya dan merujuk pada hal yang lain. Terkadang banyak eksperts linguistik di Indonesia mengatakan bahwa makna konotasi adalah makna kiasan, padahal makna kiasan itu adalah tipe makna figuratif, bukan makna konotasi. Makna Konotasi tidak diketahui oleh semua orang atau dalam artian hanya digunakan oleh suatu komunitas tertentu. Misalnya Frase jam tangan.

Contoh:
Pak Slesh adalah seorang pegawai kantoran yang sangat tekun dan berdedikasi. Ia selalu disiplin dalam mengerjakan sesuatu. Pada saat rapat kerja, salah satu kolega yang hadir melihat kinerja beliau dan kemudian berkata kepada sesama kolega yang lain “Jam tangan pak Slesh bagus yah”.
Dalam ilustrasi diatas, frase jam tangan memiliki makna konotasi yang berarti sebenarnya disiplin. Namun makna ini hanya diketahui oleh orang-orang yang bekerja di kantoran atau semacamnya yang berpacu dengan waktu. Dalam contoh diatas, Jam Tangan memiliki Makna Konotasi Positif karena sifatnya memuji.

Makna konotasi dibagi menjadi 2 yaitu konotasi positif merupakan kata yang memiliki makna yang dirasakan baik dan lebih sopan, dan konotasi negatif merupakan kata yang bermakna kasar atau tidak sopan.

KALIMAT EFEKTIF

Definisi kalimat efektif yaitu sesuai kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami. Jadi, kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa, jelas, dan mudah dipahami oleh pendengar atau pembaca.

Kalimat efektif syarat-syarat sebagai berikut:
1.secara tepat mewakili pikiran pembicara atau penulisnya.
2.mengemukakan pemahaman yang sama tepatnya antara pikiran pendengar atau pembaca dengan yang dipikirkan pembaca atau penulisnya.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif :

1. KESATUAN GAGASAN
Memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K) yang saling mendukung serta membentuk kesatuan tunggal.
Contoh :
Di dalam keputusan itu merupakan kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan umum.
Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu merupakan keterangan ditandai oleh keberadaan frase depan di dalam (ini harus dihilangkan).

2. KESEJAJARAN
Memiliki kesamaan bentukan/imbuhan. Jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-, bagian kalimat yang lainnya pun harus menggunakan di- pula.
Contoh :
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya ke pinggir jalan.
Kalimat tersebut tidak memiliki kesejajaran antara predikat-predikatnya. Yang satu menggunakan predikat aktif, yakni imbuhan me-, sedang yang satu lagi menggunakan predikat pasif, yakni menggunakan imbuhan di-.
Kalimat itu harus diubah :
1. Kakak menolong anak itu dengan memapahnya ke pinggir jalan
2. Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan.

3. KEHEMATAN
Kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu. Kata-kata yang berlebih. Penggunaan kata yang berlebih hanya akan mengaburkan maksud kalimat.
Contoh :
Bunga-bunga mawar, anyelir, dan melati sangat disukainya.
Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu. Dalam kata mawar,anyelir,dan melati terkandung makna bunga.
Kalimat yang benar adalah:
Mawar,anyelir, dan melati sangat disukainya.

4. PENEKANAN
Kalimat yang dipentingkan harus diberi penekanan.
Caranya:
• Mengubah posisi dalam kalimat, yakni dengan cara meletakkan bagian yang penting di depan kalimat.
Contoh :
1. Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan lain
2. Pada kesempatan lain, kami berharap kita dapat membicarakan lagi soal ini.

• Menggunakan partikel; penekanan bagian kalimat dapat menggunakan partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh :
1. Saudaralah yang harus bertanggung jawab dalam soal itu.
2. Kami pun turut dalam kegiatan itu.
3. Bisakah dia menyelesaikannya?

• Menggunakan repetisi, yakni dengan mengulang-ulang kata yang dianggap penting.
Contoh :
Dalam membina hubungan antara suami istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya.

• Menggunakan pertentangan, yakni menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan makna/maksud dalam bagian kalimat yang ingin ditegaskan.
Contoh :
1. Anak itu tidak malas, tetapi rajin.
2. Ia tidak menghendaki perbaikan yang sifatnya parsial, tetapi total dan menyeluruh.

5. KELOGISAN
Kalimat efektif harus mudah dipahami. Dalam hal ini hubungan unsur-unsur dalam kalimat harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.

Contoh :
Waktu dan tempat saya persilakan.
Kalimat ini tidak logis/tidak masuk akal karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan. Kalimat tersebut harus diubah misalnya : Bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.

Contoh kalimat efektif :
1. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.

2. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

Referensi :

https://disclamaboy.wordpress.com/2012/11/02/diksi-pengertian-dan-macam-macamnya/
http://teorikux.blogspot.co.id/2013/10/diksi-pilihan-kata.html
http://rezkiiqkye.blogspot.co.id/2013/01/makalah-diksi-pemilihan-kata.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimat
http://zaenal-zaeblogs.blogspot.com/2012/04/pengertian-kalimat-efektif.html
http://bagus-sistem.blogspot.com/2013/10/tugas-5-dan-tugas-6-bahasa-indonesia-1.html


Nama : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
Kelas : 3 KA 13



Rabu, 14 Oktober 2015

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang digunakan oleh orang Indonesia sebagai alat komunikasi ketika berinteraksi langsung dengan orang lain yang juga merupakan Bahasa resmi republik indonesia dan juga sebagai bahasa persatuan bangsa indonesia yang sudah diresmikan setelah dilakukannya konggres pemuda I yang di laksanakan selama dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) suatu hasil yang berbunyi :
• Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
• Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
• Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Peranan Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan hasil pemikiran. Setiap Negara pasti mempunyai bahasanya masing-masing, begitupun Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa dapat mempersatukan suatu Negara. Bahasa tersebut mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai alat komunikasi. Maksudnya adalah setiap orang bisa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan masih sesuai dengan kaidah-kaidah atau tata cara berbahasa yang baik. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan didalamnya, baik dalam tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, begitupun dalam tanda bacanya seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain.
Peranan Bahasa Indonesia antara lain :
• Sebagai alat komunikasi
• Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
• Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu
• Sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial

Sebagai bahasa Negara berarti bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Dengan demikian bahasa Indonesia harus dipergunakan sesuai dengan kaidah, Peraturan dan tatatertib yang berlaku. Bahasa Indonesia yang dipakai di haruskan dengan menggunaka kalimat yang lengkap dan baku.
Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Kedudukan Sebagai Bahasa Negara juga Meliputi 4 aspek yaitu :
• Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
• Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
• Bahasa Indonesia sebagai alat penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan tata-cara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta pemerintahan.
• Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi (iptek).

Namun, fungsi bahasa Indonesia secara literal terbagi menjadi dua, yaitu secara umum dan secara khusus. Secara umum, fungsi Bahasa Indonesia antara lain :
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
• Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
• Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.

2. Sebagai alat komunikasi.
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.

3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang tidak formal pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa yang lebih formal pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.

4. Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.

Sedangkan secara khusus, fungsi Bahasa Indonesia antara lain :
1. Mewujudkan hubungan dalam Interaksi Dalam Kehidupan sehari-hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah lepas dari hubungan komunikasi dan interaksi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang dugunakan dapat menggunakan bahasa formal atau non formal.

2. Mewujudkan Seni (Sastra).
Bahasa juga dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa, Cerpen dll. kadang-kadang bahasa yang dipakai juga memiliki makna konotasi dan makna denotasi. Dalam hal ini, dibutuhkan pemahaman yang yang lebih dalam agar dapat mengetahui makna yang ingin disampaikan Penulis atau peraga seni.

3. Mempelajari bahasa-bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa dimasa lalu. Untuk mengantisipasi dan mencegah kejadian yang lalu untuk tidak terjadi kembali dimasa depan, atau untuk menambah wawasan tentang asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.

4. Memahami IPTEK.
Dengan akal dan pikiran yang sudah anugrahkan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dalam berbagai hal dalam bidang IPTEK dan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu mengabadikan agar manusia lainnya juga dapat mempergunakan dan lebih mgembangkanya lagi demi masadepan manusia itu.
Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.

Sehingga fungsi dan peranan Bahasa Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda, sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, merupakan Bahasa kenegaraan Republik Indonesia, sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebai alat untuk memahami IPTEK, sebagai alat yang digunakan untuk kontrol sosial, dan lain sebagainya. Bahasa Indonesia sampai kapanpun tidak akan pernah mati karena Bahasa Indonesia akan selalu dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.

Referensi :
• http://www.dosenpendidikan.com/10-pengertian-fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/
• http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/09/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia.html
• http://rendi-idner.blogspot.com/2009/09/fungsi-bahasa-secara-umum.html
• http://rosidahnia.blogspot.com/2012/10/fungsi-bindonesia-sebagai-alat.html


Nama : Novita Dwi Rahma
Kelas : 3 KA 13
NPM : 16113558

Kamis, 11 Juni 2015

STRUKTUR DAN DESAIN KEPEMIMPINAN

Pentingnya Struktur dan Desain Organisasi
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan.


Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:
1. Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
2. Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
3. Adanya deskripsi tugas kerja;
4. Adanya identifikasi kompetensi;dan
5. Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.

Model - Model Desain Organisasi
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu¬san dan besaran satuan kerja.

Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi organik.

A. Desain Organisasi Mekanistik.
• Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
• Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
• Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
• Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
• Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
• Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.

B. Desain Organisasi Organik.
• Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
• Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
• Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, baik atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
• Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
• Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
• Proses kendali menyebar ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.

Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.

Desain struktur sub unit didesain sesuai dengan kontinum mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.

Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.

Kesimpulan nya Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini bertujuan untuk tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah dengan untuk mencapai tujuan

Referensi :
- http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
- http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html
- http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html
- https://oukristin.wordpress.com/tag/struktur-organisasi-dalam-kepemimpinan-manajemen/

Nama : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
KELAS : 2KA13