Perubahan itu adalah sesuatu yang berbeda dengan semulanya. Perubahan bisa terjadi kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Perkembangan sama saja seperti berkembang yang artinya besar atau melebar atau semakin dewasa dan matang. Faktor-faktor perubahan organisasi ada 2 yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Tujuan suatu organisasi itu yaitu suatu suatu rencana yang akan dicapai dengan jelas. Selain itu macam-macam tujuan perubahan dan perkembangan organisasi itu kita bisa melakukan penyesuaian yang terjadi terhadap organisasi tersebut, mempererat organisasi, dan lain-lain. Dampak dari perubahan dan perkembangan organisasi itu ada 2 yaitu dampak positif dan danpak negatif. Dampak positifnya bisa memberi rasa nyaman kepada masyarakat karena sudah mempercayai organisasi yang telah diikuti sedangkan dampak negatifnya dapat menimbulkan keresahan. Dalam sebuah organisasi kita harus tahu apa saja tahapan-tahapan yang akan kita buat dalam melakukan perubahan dan perkembangan organisasi. Yang pertama kita harus mengadakan pengkajian terlebih dahulu lalu mengidentifikasi, setelah itu menetapkan perubahan dan juga strategi yang ingin kita buat itu seperti apa,lalu yang terakhir melakukan evaluasi.
Pertanyaan :
1. Sebutkan cara menghindari penghambatan dalam melakukan perubahan organisasi!
Jawab : - Mempersiapkan faktor-faktor yang mendukung perubahan organisasi.
- Memberikan penjelasan tentang keuntungan adanya perubahan, dampak positifnya, dan akibatnya.
- Meyakinkan bahwa perubahan organisasi adalah suatu usaha untuk mencapai kesempurnaan disegala hal.
2. Sebutkan organisasi yang sedang berkembang dan sebutkan dampaknya!
Jawab : Salah satu organisasi yaitu adalah petugas pembersihan paku dijalan raya. Dampaknya bagi masyarakat tentu sangat baik.
3. Dalam organisasi apakah ada cara untuk melakukan perubahan organisasi tersebut ?
Jawab : Ada, yaitu dengan cara:
- Mengadakan perubahan struktur organisasi, struktur organisasi itu adalah salah satu komponen yang menjadi sasaran perubahan.
- Mengubah sikap dan perilaku dengan pembinaan, pengembangan pendidikan dan latihan pegawai.
- Mengubah tata aliran kerja.
4. Apa yang membuat organisasi itu berubah, dan apakah perubahan itu akan menjadi lebih baik?
Jawab : Yang membuat suatu organisasi itu berubah yaitu karena tujuannya. Iya, karena suatu organisasi itu menjadi lebih baik dengan adanya suatu tujuan.
5. Faktor apa yang sangat mempengaruhi dalam perubahan dan perkembangan organisasi ?
Jawab : Faktor eksternal contohnya organisasi yang terjadi dalam pemerintah diluar memaksa harus berubah dan faktor internal contohnya hubungan antara atasan dengan anggotanya terjadi perbedaan pendapat dalam masalah yang ada didalam suatu perusahaan.
6. Apa yang terjadi bila perubahan dan perkembangan suatu organisasi itu tidak berjalan dengan baik ?
Jawab : cepat atau lambat suatu organisasi itu akan hilang, karena organisasi tersebut tidak mau melakukan suatu perubahan sehingga kita harus melakukan suatu perubahan tidak boleh kaku dan egois.
Sabtu, 08 November 2014
Resume Kelompok 4...Komunikasi Dalam Organisasi
Komunikasi merupakan suatu bidang yang sangat penting dalam manajemen organisasi karena bertujuan untuk membantu dalam mencapai tujuan suatu organisasi. Didalam organisasi istilah komunikasi dapat juga diartikan sebagai saluran komunikasi dalam organisasi. Komunikasi digolongkan dalam 5 kategori komunikasi yang biasa dipakai, yaitu :
1. Komunikasi Lisan dan Tertulis
Komunikasi lisan : komunikasi yang dilakukan secara lisan atau langsung berhadapan antara komunikator dengan komunikan sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara langsung.
Komunikasi Tertulis : komunikasi yang pesannya tidak secara langsung diterima namun lewat perantara misalnya lewat surat, sms, email.
2. Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal : komunikasi yang disampaikan lewat omongan yang bersuara, hampir sama seperti komunikasi lisan.
Komunikasi Non Verbal : komunikasi yang pesannya disampaikan lewat gerakan tubuh, isyarat, kontak fisik, kontak pandangan mata, ekspresi wajah sehingga pesan itu tersampaikan lewat gerakan tubuh yang menyatakan sikap dan perasaan seseorang.
3. Komunikasi Kebawah, Keatas, dan Kesamping
Komunikasi Kebawah : komunikasi ini mengalir dari tingkatan manajemen puncak ke manajemen menengah, manajemen yang lebih rendah, dan akhirnya sampai karyawan operasional. Contohnya mulai dr atasan (direktur) kepada karyawannya.
Komunikasi Keatas : komunikasi yang mengalir dari rantai komando yang lebih rendah ke yang tinggi dengan fungsi untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan karyawan pada tingkat yang lebih rendah.
Komunikasi Kesamping : komunikasi yang terjadi antara dua pejabat atau pihak yang berada dalam tingkat wewenang yang sama atau antara orang atau pihak pada tingkatan yang berbeda yang tidak mempunyai wewenang langsung terhadap pihak lainnya.
4. Komunikasi Formal dan Informal
Komunikasi Formal : komunikasi yang jika pesan atau informasi dikirimkan dan diterima melalui pola kewenangan organisasi yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi. Contoh : bawahannya dapat didorong untuk menyatakan ide-ide, sikap, dan masalah-masalah sejenis yang melibatkan mereka.
Komunikasi Informal : komunikasi yang jika pertukaran informasi didalam organisasi terjadi dengan cara yang kurang sistematik dan lebih informal. Contoh : pembicaran tatap muka langsung antara atasan dan bawahan disaat jam makan siang, pembicaraan lewat telepon.
5. Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
Komunikasi Satu Arah : komunikasi ini hanya menekankan pada penyampaian pesan. Contoh : pengiklanan, pemasangan baliho dilarang membuang sampah sembarangan dan larangan ataupun himbauan lainnya juga merupakan jenis komunikasi tertulis maupun lisan satu arah.
Komunikasi Dua Arah : komunikasi yang mempunyai suatu sistem umpan-balik yang terpasang tetap. Contoh : seminar bisnis, kuliah dalam kelas, kelompok-kelompok partisipasif.
Jaringan Kerja Komunikasi
1. Jaringan Kerja Rantai, Jaringan kerja komunikasi ini dimulai dari tingkatan yang paling atas sampai yang terendah.
2. Jaringan Kerja Lingkaran, Jaringan kerja komunikasi ini tidak memiliki penghubung untuk berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya jadi bisa langsung melakukan komunikasi.
3. Jaringan Kerja Roda, Jaringan kerja komunikasi yang memiliki penghubung atau perantara untuk pihak-pihak lain apabila ingin berkomunikasi. Jaringan kerja ini membentuk suatu bagian sebagai pusat komunikasi yang mengendalikan jaringan kerja komunikasinya.
4. Jaringan Kerja Saluran Total, Jaringan kerja komunikasi yang menjamin terjadinya komunikasi diantara setiap anggota kelompok. Setiap anggota kelompok dapat secara langsung berkomunikasi dengan anggota-anggota lain tanpa harus melalui perantara.
Sasaran Komunikasi
Ada tiga persyaratan dari komunikasi yang berhasil dengan melihat tercapai tidaknya sasaran komunikasi yaitu : 1. Perhatian, 2. Pemahaman, 3. Penerimaan.
Komunikasi didalam organisasi merupakan kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya orang atau pihak yang terlibat didalamnya.
Pertanyaan:
1. Dalam organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Bagaimana cara komunikasi antara yang aktif dan pasif itu bisa menjadi lancar ?
Jawab : Didalam suatu organisasi itu kita harus melakukan musyawarah untuk bisa saling bertukar pikiran. Caranya yang aktif tersebut merangkul yang pasif tersebut agar yang pasif itu bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan membuat suatu event agar organisasi itu bisa saling bekerjasama.
2. Jenis-jenis komunikasi yang paling efisien !
Jawab : Jaringan saluran total, karena komunikasi secara langsung tanpa perantara.
3. Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan ! Jawab : Jaringan saluran lingkaran, karena cara komunikasinya langsung tanpa perantara, sama seperti jaringan saluran total.
4. Cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Mengatasi dengan umpan balik, penerima harus mengetahui latar belakangnya, dan susun informasi secara rinci.
5. Upaya agar organisasi itu bisa menjadi lebih eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal !
Jawab : Dalam suatu organisasi harus bisa berkomunikasi dengan baik salah satunya komunikasi antara atasan dengan bawahannya. Kalau komunikasinya baik otomatis organisasi itu akan tetap eksis.
6. Contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari !
Jawab :Contoh kasusnya ada salah satu perusahaan yang meminta atasannya agar perusahannya maju kembali. Salah satunya intansi IBM, instansi ini nonaktif dalam produksi, ia meminta masukkan agar instansi itu bisa berdiri kembali dan menjadi aktif lagi.
7. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Didalam suatu organisasi pasti ada hambatannya. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi di dalam organisasi yaitu faktor manusiawi dan faktor emosional.
1. Komunikasi Lisan dan Tertulis
Komunikasi lisan : komunikasi yang dilakukan secara lisan atau langsung berhadapan antara komunikator dengan komunikan sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima secara langsung.
Komunikasi Tertulis : komunikasi yang pesannya tidak secara langsung diterima namun lewat perantara misalnya lewat surat, sms, email.
2. Komunikasi Verbal dan Non Verbal
Komunikasi verbal : komunikasi yang disampaikan lewat omongan yang bersuara, hampir sama seperti komunikasi lisan.
Komunikasi Non Verbal : komunikasi yang pesannya disampaikan lewat gerakan tubuh, isyarat, kontak fisik, kontak pandangan mata, ekspresi wajah sehingga pesan itu tersampaikan lewat gerakan tubuh yang menyatakan sikap dan perasaan seseorang.
3. Komunikasi Kebawah, Keatas, dan Kesamping
Komunikasi Kebawah : komunikasi ini mengalir dari tingkatan manajemen puncak ke manajemen menengah, manajemen yang lebih rendah, dan akhirnya sampai karyawan operasional. Contohnya mulai dr atasan (direktur) kepada karyawannya.
Komunikasi Keatas : komunikasi yang mengalir dari rantai komando yang lebih rendah ke yang tinggi dengan fungsi untuk memperoleh informasi mengenai kegiatan keputusan dan pelaksanaan pekerjaan karyawan pada tingkat yang lebih rendah.
Komunikasi Kesamping : komunikasi yang terjadi antara dua pejabat atau pihak yang berada dalam tingkat wewenang yang sama atau antara orang atau pihak pada tingkatan yang berbeda yang tidak mempunyai wewenang langsung terhadap pihak lainnya.
4. Komunikasi Formal dan Informal
Komunikasi Formal : komunikasi yang jika pesan atau informasi dikirimkan dan diterima melalui pola kewenangan organisasi yang telah ditetapkan dalam struktur organisasi. Contoh : bawahannya dapat didorong untuk menyatakan ide-ide, sikap, dan masalah-masalah sejenis yang melibatkan mereka.
Komunikasi Informal : komunikasi yang jika pertukaran informasi didalam organisasi terjadi dengan cara yang kurang sistematik dan lebih informal. Contoh : pembicaran tatap muka langsung antara atasan dan bawahan disaat jam makan siang, pembicaraan lewat telepon.
5. Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
Komunikasi Satu Arah : komunikasi ini hanya menekankan pada penyampaian pesan. Contoh : pengiklanan, pemasangan baliho dilarang membuang sampah sembarangan dan larangan ataupun himbauan lainnya juga merupakan jenis komunikasi tertulis maupun lisan satu arah.
Komunikasi Dua Arah : komunikasi yang mempunyai suatu sistem umpan-balik yang terpasang tetap. Contoh : seminar bisnis, kuliah dalam kelas, kelompok-kelompok partisipasif.
Jaringan Kerja Komunikasi
1. Jaringan Kerja Rantai, Jaringan kerja komunikasi ini dimulai dari tingkatan yang paling atas sampai yang terendah.
2. Jaringan Kerja Lingkaran, Jaringan kerja komunikasi ini tidak memiliki penghubung untuk berkomunikasi antara yang satu dengan yang lainnya jadi bisa langsung melakukan komunikasi.
3. Jaringan Kerja Roda, Jaringan kerja komunikasi yang memiliki penghubung atau perantara untuk pihak-pihak lain apabila ingin berkomunikasi. Jaringan kerja ini membentuk suatu bagian sebagai pusat komunikasi yang mengendalikan jaringan kerja komunikasinya.
4. Jaringan Kerja Saluran Total, Jaringan kerja komunikasi yang menjamin terjadinya komunikasi diantara setiap anggota kelompok. Setiap anggota kelompok dapat secara langsung berkomunikasi dengan anggota-anggota lain tanpa harus melalui perantara.
Sasaran Komunikasi
Ada tiga persyaratan dari komunikasi yang berhasil dengan melihat tercapai tidaknya sasaran komunikasi yaitu : 1. Perhatian, 2. Pemahaman, 3. Penerimaan.
Komunikasi didalam organisasi merupakan kunci utama dalam kesuksesan organisasi mengingat banyaknya orang atau pihak yang terlibat didalamnya.
Pertanyaan:
1. Dalam organisasi pasti ada yang aktif dan pasif. Bagaimana cara komunikasi antara yang aktif dan pasif itu bisa menjadi lancar ?
Jawab : Didalam suatu organisasi itu kita harus melakukan musyawarah untuk bisa saling bertukar pikiran. Caranya yang aktif tersebut merangkul yang pasif tersebut agar yang pasif itu bisa menjadi aktif. Salah satunya dengan membuat suatu event agar organisasi itu bisa saling bekerjasama.
2. Jenis-jenis komunikasi yang paling efisien !
Jawab : Jaringan saluran total, karena komunikasi secara langsung tanpa perantara.
3. Sebutkan jaringan komunikasi yang paling efisien untuk diterapkan ! Jawab : Jaringan saluran lingkaran, karena cara komunikasinya langsung tanpa perantara, sama seperti jaringan saluran total.
4. Cara memecahkan masalah hambatan komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Mengatasi dengan umpan balik, penerima harus mengetahui latar belakangnya, dan susun informasi secara rinci.
5. Upaya agar organisasi itu bisa menjadi lebih eksis dan mampu menjalankan fungsinya secara optimal !
Jawab : Dalam suatu organisasi harus bisa berkomunikasi dengan baik salah satunya komunikasi antara atasan dengan bawahannya. Kalau komunikasinya baik otomatis organisasi itu akan tetap eksis.
6. Contoh kasus masalah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari !
Jawab :Contoh kasusnya ada salah satu perusahaan yang meminta atasannya agar perusahannya maju kembali. Salah satunya intansi IBM, instansi ini nonaktif dalam produksi, ia meminta masukkan agar instansi itu bisa berdiri kembali dan menjadi aktif lagi.
7. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi dalam organisasi !
Jawab : Didalam suatu organisasi pasti ada hambatannya. Faktor utama yang menghambat suatu komunikasi di dalam organisasi yaitu faktor manusiawi dan faktor emosional.
Resume Kelompok 3...Proses yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi
Maksud dan tujuan utama dalam pengambilan keputusan adalah suatu keputusan yang diambil untuk menyelesaikan masalah.pengertian dari pengambilan keputusan dalam organisasi merupakan hasil proses komunikasi dan partisipasi dari organisasi secara keseluruhan dan melibatkan banyak pihak. Ada 5 Tipe – Tipe Pembuat Keputusan yaitu 1. Pembuat keputusan bertipe Ideal. Pada tipe ini pembuat keputusan bersifat egois karena mereka hanya mau pendapat mereka saja yang diterima. 2. Pembuat keputusan tipe Receptive (Bersedia Menerima Pendapat ) Pada tipe ini pembuat keputusan mau menerima pendapat orang lain atau anggota suatu organisasi dalam pengambilan keputusannya. 3. Pembuat keputusan bertipe Exploitative (Pemeras) Pada tipe ini pembuat keputusan dilakukan secara memaksa sehingga pengambilan keputusannya diterima dengan terpaksa karena ada unsur pemeras. 4. Pembuat keputusan bertipe Hoarding (Penimbun) Pada pembuat keputusan ini keputusan dikumpulkan 5. Pembuat keputusan bertipe Marketing (Pemasaran) Pada pembuat keputusan tipe ini pembuat keputusan menekankan keputusan pengambilan keputusan yang ada unsur marketingnya. Ada tiga asas pembuat keputusan, yaitu : 1. Asas Pembatasan 2. Asas Bukti Memadai 3. Asas Identitas Secara singkat alur proses pembuatan keputusan adalah 1. Meneliti lingkungan yang memerlukan keputusan. 2. Merancang (Menemukan, mengembangkan, dan menganalisa) kemungkinan arah tindakan. 3. Memilih arah tindakan tertentu dari alternatif yang ada. 4. Memeriksa dan membuat keputusan final. Proses pengambilan keputusan dalam organisasi perlu adanya pemikiran yang matang dan diperlukan adanya pemecahan alternatif keputusan dan musyawarah untuk memecahkan sebuah masalah.
Pertanyaan :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi!
Jawab : Ada 3 faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu kematangan individu, voting, musyawarah dan mufakat sangat diperlukan.
2. Dalam tipe Marketing, jelaskan aplikasinya dan bagaimana caranya?
Jawab : Pembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensource.
3. Contoh Tipe Pemeras dalam organisasi !
Jawab : Contohnya yaitu VOC. Karena VOC membuat sebuah jalan dari Anyer sampai ke Panarukan yang dibuat di indonesia,tetapi dalam pembuatan jalan tersebut pekerja tidak diberi makan dan minum dan mereka bekerja secara paksa. Tipe ini adalah salah satu contoh yang membuat ide dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.
Pertanyaan :
1. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi!
Jawab : Ada 3 faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan, yaitu kematangan individu, voting, musyawarah dan mufakat sangat diperlukan.
2. Dalam tipe Marketing, jelaskan aplikasinya dan bagaimana caranya?
Jawab : Pembuat keputusan yang berdasarkan orientasi pada kesempatan keputusan ,ia fokus untuk mendapatkan suatu keputusan. Contoh aplikasinya yaitu Moboginie. Moboginie mengeluarkan marketing bentuk topi putih dan topi hitam. Tujuannya memasarkan iklan dan moboginie termasuk software opensource.
3. Contoh Tipe Pemeras dalam organisasi !
Jawab : Contohnya yaitu VOC. Karena VOC membuat sebuah jalan dari Anyer sampai ke Panarukan yang dibuat di indonesia,tetapi dalam pembuatan jalan tersebut pekerja tidak diberi makan dan minum dan mereka bekerja secara paksa. Tipe ini adalah salah satu contoh yang membuat ide dan berusaha mendapatkan dari pihak lain dengan cara yang tidak baik.
Minggu, 19 Oktober 2014
Resume Kelompok 2...Konflik Di Dalam Organisasi
Konflik adalah adanya pertentangan yang timbul didalam seseorang maupun dengan orang lain yang terdapat dilingkungan sekitarnya. Didalam suatu organisasi, konflik biasanya baru akan terasa serius ketika salah satu pihak ada yang merasa terhalang atau terhambat mencapai tujuan awal organisasi tersebut dikarenakan oleh pihak lain. Ada beberapa macam cara menyelesaikan konflik yang baik diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Integrating (Problem Solving). Cara menyelesaikan konflik ini cocok untuk memecahkan masalah yang rumit yang disebabkan karena salah paham (missunderstanding). Penyelesaian konflik ini memerlukan waktu yang lama karena cara ini harus mengidentifikasikan masalah terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan dan memilih alternatif pemecahan masalahnya; 2. Obliging (Smoothing). Cara menyelesaikan konflik ini lebih memuaskan perhatian pada upaya untuk memuaskan pihak lain daripada diri sendiri, karena berupaya mengurangi perbedaan – perbedaan dan menekankan pada persamaan atau kebersamaan diantara pihak –pihak yang terlibat; 3. Dominating (Forcing). Cara menyelesaikan konflik ini berorientasi pada diri sendiri yang tinggi, dan rendahnya kepedulian terhadap kepentingan orang lain. Cara ini cocok digunakan jika cara-cara yang tidak populer hendak diterapkan dalam penyelesaian masalah, masalah yang dipecahkan tidak terlalu penting dan waktu untuk mengambil keputusan sudah mepet. Gaya ini sering disebut memaksa sehingga tidak cocok dalam penyelesaian masalah yang memerlukan partisipasi dari mereka yang terlibat; 4. Avoiding (Menghindar). Cara ini cocok untuk menyelesaikan masalah yang sepele. Strategi penghindaran adalah jika kita menghadapi situasi yang membingungkan atau mendua; 5. Compromising. Cara menyelesaikan konflik ini menampilkan seseorang pada posisi yang moderat, yang secara seimbang memadukan antara kepentingan sendiri dan kepentingan orang lain. Cara ini cocok untuk menangani masalah yang melibatkan pihak – pihak yang memiliki tujuan berbeda tetapi memiliki kekuatan yang sama. Konflik didalam organisasi merupakan hal yang wajar terjadi. Karena organisasi adalah gabungan atau kumpulan orang – orang dengan berbagai ide dan juga pendapat sehingga pasti akan muncul perbedan – perbedaan pendapat yang dapat memicu suatu konflik didalam organisasi tersebut. Tercapainya tujuan suatu organisasi akan terlihat dengan cara bagaimana anggota antar organisasi itu menyelesaikan konflik tersebut. Disarankan dalam penyelesaian suatu konflik didalam suatu organisasi lebih baik diadakan musyawarah antar anggota dan harus dihindari konflik yang berlarut larut dan apabila terjadi konflik sebaiknya segera diselesaikan dan dituntaskan agar tujuan organisasi dapat tetap tercapai.
Pertanyaan :
1.Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya!
Jawab : contoh konflik dalam organisasi antara lain terjadi perbedaan pendapat saat pemilihan pengurus yang baru. Cara penanganan konflik dapat dilakukan secara berturut – turut dimulai dari integrating (problem solving) sampai dengan compromising tergantung besar kecilnya dan rumitnya permasalahan didalam organisasi tersebut.
2.Bagaimana tanggapan kalian tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR?
Jawab : tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat harus dapat menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya yang lain walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang yang lain namun juga harus tetap mengikuti tata tertib sidang dan harus menjaga kondisi agar sidang berjalan dengan kondusif.
3.Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving ?
Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah sehingga sangat tidak cocok dalam menyelesaikan masalah yang harus langsung menentukan keputusan. Karena dalam penyelesaian masalah dengan cara problem solving harus mengidentifikasi permasalahan terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa dan kemudian memilih aternatif pemecahan masalah yang sesuai.
4.Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, Tindakan tersebut menurut anda benar atau salah ?
Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya merupakan orang yang awam terhadap politik.
5.Diantara 5 penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik yang mana?
Jawab : menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik terdapat tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergantung permasalahannya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromising karena menyeimbangkan antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan orang lain sehingga tidak ada pihak yang egois ingin menang sendiri.
Pertanyaan :
1.Berikan contoh konflik dalam organisasi dan cara menanganinya!
Jawab : contoh konflik dalam organisasi antara lain terjadi perbedaan pendapat saat pemilihan pengurus yang baru. Cara penanganan konflik dapat dilakukan secara berturut – turut dimulai dari integrating (problem solving) sampai dengan compromising tergantung besar kecilnya dan rumitnya permasalahan didalam organisasi tersebut.
2.Bagaimana tanggapan kalian tentang konflik sidang saat pemilihan ketua DPR?
Jawab : tanggapan saya adalah seharusnya sebagai wakil rakyat harus dapat menjaga sikapnya dan memberikan contoh yang baik bagi warganya yang lain walaupun ingin mengemukakan pendapat dan ada perbedaan pendapat dengan para anggota sidang yang lain namun juga harus tetap mengikuti tata tertib sidang dan harus menjaga kondisi agar sidang berjalan dengan kondusif.
3.Bagaimana dampak organisasi menyelesaikan konflik yang baik dengan cara problem solving ?
Jawab : Dampaknya sangat tidak baik bagi suatu organisasi karena membutuhkan waktu yang lama dalam penyelesaian masalah sehingga sangat tidak cocok dalam menyelesaikan masalah yang harus langsung menentukan keputusan. Karena dalam penyelesaian masalah dengan cara problem solving harus mengidentifikasi permasalahan terlebih dahulu, kemudian mempertimbangkan, dan menganalisa dan kemudian memilih aternatif pemecahan masalah yang sesuai.
4.Contoh konflik yang meninggalkan partai Gerindra, Tindakan tersebut menurut anda benar atau salah ?
Jawab : Untuk konflik ini saya tidak tahu tindakan yang dilakukan Bapak Ahok benar atau salah karena saya merupakan orang yang awam terhadap politik.
5.Diantara 5 penyelesaian masalah, cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik yang mana?
Jawab : menurut saya cara yang paling efektif dalam penyelesaian konflik tidak ada karena dalam menyelesaikan konflik terdapat tingkatan-tingkatan dalam penyelesaiannya tergantung permasalahannya. Namun cara yang paling disarankan adalah cara compromising karena menyeimbangkan antara kepentingan diri sendiri dan kepentingan orang lain sehingga tidak ada pihak yang egois ingin menang sendiri.
Resume Kelompok 1...Arti Penting Organisasi Dalam Bermasyarakat
Organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Masyarakat sangat memerlukan organisasi agar dapat berorganisasi dengan masyarakat lainnya karena manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Organisasi ada beberapa macam ada organisasi yang kecil dan ada organisasi yang besar. Organisasi digunakan sebagai tempat untuk berkumpul dan sebagai wadah untuk mengemukakan pendapat dan pemikiran. Ciri - Ciri Organisasi, antara lain : - Adanya komponen ( atasan dan bawahan) - Adanya kerja sama (cooperative yang berstruktur dari sekelompok orang - Adanya tujuan - Adanya sasaran - Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati - Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas. Prinsip - Prinsip Organisasi : - Organisasi harus memiliki tujuan yang jelas untuk mencapai visi dan misi - Organisasi perlu adanya kepemimpinan - Organisasi harus ada pembagian tugas - Organisasi juga dituntut dengan rasa tanggung jawab. Unsur - Unsur Organisasi : - Unsur partisipasi / keikutsertaan - Unsur adanya ketersediaan untuk membantu kelompok - Unsur tanggung jawab. Organisasi dalam bermasyarakat sangat penting karena untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut, untuk mempererat silahturahmi, sebagai wadah untuk bersosialisasi dengan masyarakat lain, untuk membentuk masyarakat yang aktif, dan sebagainya.
Pertanyaan :
1. Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang ?
Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah organisasi merupakan tempat aktualisasi diri masyarakat agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat lain.Organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan dengan visi dan misi yang jelas sehingga apabila terbentuk organisasi yang menyimpang awalnya bukan karena tujuan ataupun visi dan misi dari organisasi tersebut namun tergantung dari para anggota organisasi tersebut dapat menjaga tujuan dan visi dan misi mereka atau menjadi organisasi yang menyimpang.
2. Organisasi yang dulu dan sekarang berbeda, Organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya ?
Jawab : Dijaman sekarang ini sudah banyak organisasi kecil contohnya komunitas yang ada di media sosial tanpa harus sering bertatap muka namun lewat media sosial saja para anggota dari organisasi sudah bisa saling berbagi ilmu dan informasi yang baru untuk mereka dan organisasi lewat media sosial ini merupakan hal yang sangat efektif saat ini agar dapat aktif dalam suatu organisasi atau ingin berbagi ilmu dan informasi karena masyarakat indonesia sekarang adalah masyarakat yang sibuk.Sedangkan organisasi yang dulu harus bertatap muka dan memerlukan waktu dan tempat yang tepat kapan harus berkumpul sehingga untuk saat sekarang ini organisasi yang seperti itu sudah jarang.
3. Sebutkan contoh organisasi informal !
Jawab : Pemuda Pancasila, KOMUNITAS, 234SC, dan lain-lain.
4. Sebutkan Contoh organisasi formal !
Jawab : BEM, FPI, dan lain-lain.
5. Sebutkan contoh organisasi yang bergerak dibidang sosial !
Jawab : SAR, Posyandu, dan lain-lain.
Pertanyaan :
1. Bagaimana tanggapan anda tentang organisasi yang menyimpang ?
Jawab : Tanggapan saya tentang organisasi yang menyimpang adalah organisasi merupakan tempat aktualisasi diri masyarakat agar dapat bersosialisasi dengan masyarakat lain.Organisasi dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu dan dengan visi dan misi yang jelas sehingga apabila terbentuk organisasi yang menyimpang awalnya bukan karena tujuan ataupun visi dan misi dari organisasi tersebut namun tergantung dari para anggota organisasi tersebut dapat menjaga tujuan dan visi dan misi mereka atau menjadi organisasi yang menyimpang.
2. Organisasi yang dulu dan sekarang berbeda, Organisasi juga tidak harus bertatap muka. Tanggapan mengenai hal itu bagaimana dan apa sisi baiknya ?
Jawab : Dijaman sekarang ini sudah banyak organisasi kecil contohnya komunitas yang ada di media sosial tanpa harus sering bertatap muka namun lewat media sosial saja para anggota dari organisasi sudah bisa saling berbagi ilmu dan informasi yang baru untuk mereka dan organisasi lewat media sosial ini merupakan hal yang sangat efektif saat ini agar dapat aktif dalam suatu organisasi atau ingin berbagi ilmu dan informasi karena masyarakat indonesia sekarang adalah masyarakat yang sibuk.Sedangkan organisasi yang dulu harus bertatap muka dan memerlukan waktu dan tempat yang tepat kapan harus berkumpul sehingga untuk saat sekarang ini organisasi yang seperti itu sudah jarang.
3. Sebutkan contoh organisasi informal !
Jawab : Pemuda Pancasila, KOMUNITAS, 234SC, dan lain-lain.
4. Sebutkan Contoh organisasi formal !
Jawab : BEM, FPI, dan lain-lain.
5. Sebutkan contoh organisasi yang bergerak dibidang sosial !
Jawab : SAR, Posyandu, dan lain-lain.
Kamis, 09 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
Opini Tentang Ibu Ira Phajar Lestari...
Selasa, 23 September 2014 kelas
baru, mata kuliah baru, ketemu dosen baru… saya masuk di kelas 2KA13 dan dengan
mata kuliah yang baru contohnya akuntansi, manajemen dan sim 1, pengantar
organisasi dan arsitektur komputer tapi
ada satu mata kuliah yang di setiap semester selalu ada yaitu mata kuliah
softskill. Mata kuliah softskill mata kuliah yang biasanya pertemuannya 1 bulan
sekali dan di semester 3 ini ada yang berbeda. Di semester 3 ini mata kuliah softskill nya
Teori Organisasi Umum dan kelas saya 2KA13 diajarkan oleh dosen yang bernama
Ibu Ira Phajar Lestari. Pertemuan pertama
mata kuliah softskill dikelas 2KA13 yaa di hari selasa, 23 September
2014. Kesan pertama saat beliau masuk kelas adalah beliau seorang dosen yang
tegas, ramah, dan cara mengajarnya mudah diserap oleh mahasiswa dan
mahasiswinya. Beliau memulai pelajaran dengan perkenalan diri beliau, dan saya
salut dengan beliau karena selain menjadi dosen beliau juga masih melanjutkan
studi S3, kemudian beliau juga menjadi sekretaris di bagian administrasi
keuangan universitas gunadarma, dan beliau juga seorang ibu yang tentunya masih
memiliki pekerjaan dirumah, dengan banyaknya rutinitas beliau tetap
memperhatikan dan mengawasi anak-anaknya dan beliau bisa menempatkan dirinya
disaat beliau menjadi dosen, mahasiswi, ibu, dan pekerjaannya dengan baik dan beliau juga dapat membagi waktunya dalam pekerjaan dan keluarga beliau, itu
yang membuat saya salut kepada beliau. Ternyata kesalutan saya terhadap beliau
makin bertambah… beliau mulai menjelaskan tentang softskill dan manfaat mata
kuliah softskill, dan saya suka cara
beliau menjelaskan dan memberi contoh karena sangat mudah dipahami dan beliau
juga memberikan motivasi yang sangat membangun tentunya bagi kelas 2KA13. Dan
saya juga suka kepada beliau karena beliau menganggap mahasiswi dan
mahasiswanya seperti teman. Beliau dosen yang benar benar mengajarkan apa itu
softskill dan mata kuliah softskill yang diajarkan beliau ini pertemuannya akan
lebih banyak karena ada presentasi setiap minggunya untuk menguji kemampuan
softskill mahasiswa dan mahasiswinya…dan itulah opini saya tentang beliau… J
Nama : Novita Dwi Rahma
Kelas : 2 KA 13
NPM : 16113558
Langganan:
Postingan
(
Atom
)