Bahasa Indonesia adalah Bahasa yang digunakan oleh orang Indonesia sebagai alat komunikasi ketika berinteraksi langsung dengan orang lain yang juga merupakan Bahasa resmi republik indonesia dan juga sebagai bahasa persatuan bangsa indonesia yang sudah diresmikan setelah dilakukannya konggres pemuda I yang di laksanakan selama dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) suatu hasil yang berbunyi :
• Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
• Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
• Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Peranan Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sebagai alat untuk menyerap dan mengungkapkan hasil pemikiran. Setiap Negara pasti mempunyai bahasanya masing-masing, begitupun Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa dapat mempersatukan suatu Negara. Bahasa tersebut mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai alat komunikasi. Maksudnya adalah setiap orang bisa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan masih sesuai dengan kaidah-kaidah atau tata cara berbahasa yang baik. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan didalamnya, baik dalam tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, begitupun dalam tanda bacanya seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain.
Peranan Bahasa Indonesia antara lain :
• Sebagai alat komunikasi
• Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
• Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu
• Sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial
Sebagai bahasa Negara berarti bahasa Indonesia adalah bahasa resmi. Dengan demikian bahasa Indonesia harus dipergunakan sesuai dengan kaidah, Peraturan dan tatatertib yang berlaku. Bahasa Indonesia yang dipakai di haruskan dengan menggunaka kalimat yang lengkap dan baku.
Fungsi Bahasa Indonesia Dalam Kedudukan Sebagai Bahasa Negara juga Meliputi 4 aspek yaitu :
• Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kenegaraan.
• Bahasa Indonesia sebagai alat pengantar dalam dunia pendidikan.
• Bahasa Indonesia sebagai alat penghubung pada tingkat Nasional untuk kepentingan tata-cara perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta pemerintahan.
• Bahasa Indonesia Sebagai pengembangan kebudayaan Nasional, Ilmu dan Teknologi (iptek).
Namun, fungsi bahasa Indonesia secara literal terbagi menjadi dua, yaitu secara umum dan secara khusus. Secara umum, fungsi Bahasa Indonesia antara lain :
1. Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk mengekspresikan diri, yaitu:
• Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
• Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua tekanan emosi.
2. Sebagai alat komunikasi.
Komunikasi merupakan akibat yang lebih jauh dari ekspresi diri. Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau pendengar menjadi sasaran utama perhatian seseorang. Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat umum. Selaku makhluk sosial yang memerlukan orang lain sebagai mitra berkomunikasi, manusia memakai dua cara berkomunikasi, yaitu verbal dan non verbal. Berkomunikasi secara verbal dilakukan menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis), sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat, kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
3. Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang tidak formal pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa yang lebih formal pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4. Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
Sedangkan secara khusus, fungsi Bahasa Indonesia antara lain :
1. Mewujudkan hubungan dalam Interaksi Dalam Kehidupan sehari-hari.
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah lepas dari hubungan komunikasi dan interaksi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang dugunakan dapat menggunakan bahasa formal atau non formal.
2. Mewujudkan Seni (Sastra).
Bahasa juga dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa, Cerpen dll. kadang-kadang bahasa yang dipakai juga memiliki makna konotasi dan makna denotasi. Dalam hal ini, dibutuhkan pemahaman yang yang lebih dalam agar dapat mengetahui makna yang ingin disampaikan Penulis atau peraga seni.
3. Mempelajari bahasa-bahasa kuno.
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa dimasa lalu. Untuk mengantisipasi dan mencegah kejadian yang lalu untuk tidak terjadi kembali dimasa depan, atau untuk menambah wawasan tentang asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4. Memahami IPTEK.
Dengan akal dan pikiran yang sudah anugrahkan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dalam berbagai hal dalam bidang IPTEK dan untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu mengabadikan agar manusia lainnya juga dapat mempergunakan dan lebih mgembangkanya lagi demi masadepan manusia itu.
Semakin berkembangnya teknologi di dalam kehidupan kita akan berdampak juga pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa sebagai sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. Di dalam era globalisasi itu, bangsa Indonesia harus ikut berperan di dalam dunia persaingan bebas, baik di bidang politik, ekonomi, maupun komunikasi. Konsep-konsep dan istilah baru di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara tidak langsung memperkaya khasanah bahasa Indonesia. Dengan demikian, semua produk budaya akan tumbuh dan berkembang pula sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi itu, termasuk bahasa Indonesia, sekaligus berperan sebagai prasarana berpikir dan sarana pendukung pertumbuhan dan perkembangan IPTEK itu.
Sehingga fungsi dan peranan Bahasa Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda, sebagai alat komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, merupakan Bahasa kenegaraan Republik Indonesia, sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebai alat untuk memahami IPTEK, sebagai alat yang digunakan untuk kontrol sosial, dan lain sebagainya. Bahasa Indonesia sampai kapanpun tidak akan pernah mati karena Bahasa Indonesia akan selalu dibutuhkan oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam menjalani kehidupan sehari-harinya.
Referensi :
• http://www.dosenpendidikan.com/10-pengertian-fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia/
• http://rahmaekaputri.blogspot.com/2010/09/fungsi-dan-kedudukan-bahasa-indonesia.html
• http://rendi-idner.blogspot.com/2009/09/fungsi-bahasa-secara-umum.html
• http://rosidahnia.blogspot.com/2012/10/fungsi-bindonesia-sebagai-alat.html
Nama : Novita Dwi Rahma
Kelas : 3 KA 13
NPM : 16113558
Rabu, 14 Oktober 2015
Kamis, 11 Juni 2015
STRUKTUR DAN DESAIN KEPEMIMPINAN
Pentingnya Struktur dan Desain Organisasi
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:
1. Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
2. Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
3. Adanya deskripsi tugas kerja;
4. Adanya identifikasi kompetensi;dan
5. Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.
Model - Model Desain Organisasi
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu¬san dan besaran satuan kerja.
Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi organik.
A. Desain Organisasi Mekanistik.
• Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
• Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
• Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
• Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
• Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
• Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
B. Desain Organisasi Organik.
• Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
• Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
• Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, baik atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
• Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
• Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
• Proses kendali menyebar ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.
Desain struktur sub unit didesain sesuai dengan kontinum mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.
Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
Kesimpulan nya Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini bertujuan untuk tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah dengan untuk mencapai tujuan
Referensi :
- http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
- http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html
- http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html
- https://oukristin.wordpress.com/tag/struktur-organisasi-dalam-kepemimpinan-manajemen/
Nama : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
KELAS : 2KA13
Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah risorsis dengan tepat (misalnya uang, material, orang) untuk mencapai tujuan.
Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian baik secara posisi maupun tugas yang ada pada perusahaaan dalam menjalin kegiatan operasional untuk mencapai tujuan ,bagaimana pekerjaan dibagi, dikelompokkan, dan dikoordinasikan secara formal.
Struktur dalam sebuah organisasi mencerminkan kegiatan sebagai berikut, yakni:
1. Adanya pengorganisasian proses pekerjaan;
2. Adanya deskripsi berkenaan dengan wilayah atau lingkup kerja;
3. Adanya deskripsi tugas kerja;
4. Adanya identifikasi kompetensi;dan
5. Adanya Identifikasi kompetensi perorangan.
Model - Model Desain Organisasi
Model desain organisasi atau struktur organisasi adalah mekanisme-mekanisme formal pengelolaan suatu organisasi yang menunjukkan kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan di antara fungsi-fungsi, bagian-bagian atau posisi-posisi maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas wewenang dan tanggung jawab yang berbeda-beda dalam suatu organisasi. Desain mengandung unsur-unsur spesialisasi kerja, standardisasi, koordinasi, sentralisasi, desentralisasi dalam pembuatan keputu¬san dan besaran satuan kerja.
Pada penerapannya, model desain organisasi terdiri dari 2 model, yaitu Desain organisasi Mekanistik dan Desain organisasi organik.
A. Desain Organisasi Mekanistik.
• Proses kepemimpinan tidak mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan.
• Proses motivasi hanya menyadap motif fisik, rasa, aman, dan ekonomik melalui perasaan takut dan sanksi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir ke bawah dan cenderung terganggu tidak akurat.
• Proses interaksi bersifat tertutup dan terbatas, hanya sedikit pengaruh bawahan atas tujuan dan metode departemental.
• Proses pengambilan keputusan hanya di tingkat atas, keputusan Relatif.
• Proses penyusun tujuan dilakukan di tingat puncak original, tanpa mendorong adanya partisipasi kelompok.
• Proses kendali dipusatkan dan menekankan upaya memperhalus kesalahan.
B. Desain Organisasi Organik.
• Proses kepemimpinan mencakup persepsi tentang keyakinan dan kepercayaan antara atasan dan bawahan dalam segala persoalan.
• Proses motivasi berusaha menimbulkan motivasi melalui metode Partisipasi.
• Proses komunikasi berlangsung sedemikian rupa sehingga informasi mengalir secara bebas keseluruh orgranisasi yaitu ke atas ke bawah dan kesamping.
• Proses interaksi bersifat terbuka dan ekstensif, baik atasan ataupun bawahan dapat mempengaruhi tujuan dan metode partemental.
• Proses pengambilan keputusan dilaksanakan di semua tingkatan melalui proses kelompok.
• Proses penyusunan tujuan mendorong timbulnya partisipasi kelompok untuk menetapkan sasaran yang tinggi dan realistis.
• Proses kendali menyebar ke seluruh orgranisasi dan menekan pemecahan masalah dan pengendalian diri.
Desain organisasi yang efektif tidak dapat berpedoman pada teori sebagai satu cara terbaik melainkan manajer harus menerima sudut pandang bahwa desain mekanistik atau desain organik lebih efektif bagi organisasi atau sub-sub unit di dalamnya.
Desain struktur sub unit didesain sesuai dengan kontinum mekanistik organik dengan cara yang konsisten dengan keadaan kondisi lingkungan, khususnya laju perubahan yamg lebih lambat, ketidak pastian yg lebih besar & rentang waktu balikan yang lebih singkat sesuai dengan desain mekanistik.
Desain teknik integratif teknik yang cocok, apakah peraturan, perencanaan atau penyesuaian bersama, bergantung pada tingkat diferensiasi sub unit. Semakin besar diferensiasinya semakin besar perlunya peraturan dan perencanaan.
Kesimpulan nya Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu mengoptimalkan kinerja baik organisasi maupun anggotanya. Hal ini bertujuan untuk tercapai apabila ada penataan tugas, aktivitas kerja dan individunya menurut cara-cara tertentu agar tujuan tercapai. Sebuah struktur dan desain yang efektif harus mampu menggunakan tipe dan jumlah dengan untuk mencapai tujuan
Referensi :
- http://nonasakurahanami.blogspot.com/2012/11/desain-dan-struktur-organisasi_6.html
- http://philipus-k-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-68321-Umum Penataan%20Struktur%20dan%20Desain%20Organisasi.html
- http://raitosun.blogspot.com/2012/03/model-desain-organisasi.html
- https://oukristin.wordpress.com/tag/struktur-organisasi-dalam-kepemimpinan-manajemen/
Nama : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
KELAS : 2KA13
Sabtu, 02 Mei 2015
PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI
Pengertian Keputusan
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif dan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Pengambilan keputusan dibutuhkan ketika kita memiliki masalah yang harus diselesaikan dengan memuaskan. Situasi masalah tersebut yang menjadi masukan pertama dalam sistem pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan dengan pengetahuan, pengalaman, dan data yang diperoleh atau dikumpulkan berkaitan dengan masalah. Keputusan merupakan hasil dari proses pengambilan keputusan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, diantaranya :
- faktor Fisik
- Emosional
- Rasional
- Praktikal
- Interpersonal dan Struktural
Jenis-jenis pengambilan keputusan
a) Gaya Direktif
Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorientasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan direktif juga berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Mereka berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
b) Gaya Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. Mereka mengevaluasi lebih banyak informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. Mereka juga memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru atau tidak menentu dengan baik. Mereka juga cenderung mempunyai gaya kepemimpinan otokratis.
c) Gaya Konseptual
Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan. Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. Akan tetapi, pada saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
d) Gaya Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain. Akibatnya, pembuat keputusan mempunyai kesulitan untuk berkata 'tidak' kepada orang lain, dan mereka tidak membuat keputusan yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.
Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Proses yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam organisasi yaitu :
1. Adanya pengaruh tekanan dari luar
Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu proses yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima. Kadang pembuat keputusan ragu-ragu dalam menentukan, namun adanya pengaruh tekanan dari luar dapat mempercepat keputusan yang diambil. Hal ini dikarenakan tidak adanya ketegasan dari pemimpin organisasi dalam penyelesaian masalah.
2. Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi
Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi keputusannya tersebut . Dalam hal ini seorang pembuat keputusan akan terbiasa dengan sifat pribadinya. Hal ini dapat dilihat dari sisi kepribadian seorang pemimpin, bagaimana dia mengambil sebuah keputusan dalam mengahadapi masalah. Tentunya seorang pemimpin organisasi harus bijaksana dalam bersikap ketika ada masalah dan mengambil keputusan.
3. Pengaruh dari kelompok lain
Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut.
4. Faktor pengalaman
Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah dialaminya.
Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
4. Melaksanakan alternatif tersebut
5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
Berikut ini merupakan penjabaran proses pengambilan keputusan.
1. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.
2. Mencari alternatif pemecahan
Setelah masalah dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Yang terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.
3. Memilih alternatif
Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.
4. Pelaksanaan alternatif
Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalah dapat tercapai.
5. Evaluasi
Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan.
Pengambilan keputusan yang efektif menjadi tolak ukur kepemimpinan yang efektif pula. Tetapi kepemimpinan efektif tidak hanya membolehkan diskusi diantara kelompok, tetapi juga mengizinkan mereka berpartisipasi dalam melaksanakan pengambilan keputusan. Jika mereka tidak dilibatkan dalam kegiatan mendiskusikan persoalan yang relavan bagi mereka maka partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan tidak akan sukses. Langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.
Pengambilan keputusan adalah tindakan pemilihan alternatif dan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi individu maupun organisasi. Pengambilan keputusan dibutuhkan ketika kita memiliki masalah yang harus diselesaikan dengan memuaskan. Situasi masalah tersebut yang menjadi masukan pertama dalam sistem pembuatan keputusan. Pembuatan keputusan dengan pengetahuan, pengalaman, dan data yang diperoleh atau dikumpulkan berkaitan dengan masalah. Keputusan merupakan hasil dari proses pengambilan keputusan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan, diantaranya :
- faktor Fisik
- Emosional
- Rasional
- Praktikal
- Interpersonal dan Struktural
Jenis-jenis pengambilan keputusan
a) Gaya Direktif
Pembuat keputusan gaya direktif mempunyai toleransi rendah pada ambiguitas, dan berorientasi pada tugas dan masalah teknis. Pembuat keputusan ini cenderung lebih efisien, logis, pragmatis dan sistematis dalam memecahkan masalah. Pembuat keputusan direktif juga berfokus pada fakta dan menyelesaikan segala sesuatu dengan cepat. Mereka berorientasi pada tindakan, cenderung mempunyai fokus jangka pendek, suka menggunakan kekuasaan, ingin mengontrol, dan secan menampilkan gaya kepemimpinan otokratis.
b) Gaya Analitik
Pembuat keputusan gaya analitik mempunyai toleransi yang tinggi untuk ambiguitas dan tugas yang kuat serta orientasi teknis. Jenis ini suka menganalisis situasi; pada kenyataannya, mereka cenderung terlalu menganalisis sesuatu. Mereka mengevaluasi lebih banyak informasi dan alternatif darpada pembuat keputusan direktif. Mereka juga memerlukan waktu lama untuk mengambil kepuputusan mereka merespons situasi baru atau tidak menentu dengan baik. Mereka juga cenderung mempunyai gaya kepemimpinan otokratis.
c) Gaya Konseptual
Pembuat keputusan gaya konseptual mempunyai toleransi tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli pada lingkungan sosial. Mereka berpandangan luas dalam memecahkan masalah dan suka mempertimbangkan banyak pilihan dan kemungkinan masa mendatang. Pembuat keputusan ini membahas sesuatu dengan orang sebanyak mungkin untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian mengandalkan intuisi dalam mengambil keputusan. Pembuat keputusan konseptual juga berani mengambil risiko dan cenderung bagus dalam menemukan solusi yang kreatif atas masalah. Akan tetapi, pada saat bersamaan, mereka dapat membantu mengembangkan pendekatan idealistis dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.
d) Gaya Perilaku
Pembuat keputusan gaya perilaku ditandai dengan toleransi ambiguitas yang rendah, orang yang kuat dan peduli lingkungan sosial. Pembuat keputusan cenderung bekerja dengan baik dengan orang lain dan menyukai situasi keterbukaan dalam pertukaran pendapat. Mereka cenderung menerima saran, sportif dan bersahabat, dan menyukai informasi verbal daripada tulisan. Mereka cenderung menghindari konflik dan sepenuhnya peduli dengan kebahagiaan orang lain. Akibatnya, pembuat keputusan mempunyai kesulitan untuk berkata 'tidak' kepada orang lain, dan mereka tidak membuat keputusan yang tegas, terutama saat hasil keputusan akan membuat orang sedih.
Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Proses yang mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dalam organisasi yaitu :
1. Adanya pengaruh tekanan dari luar
Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu proses yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima. Kadang pembuat keputusan ragu-ragu dalam menentukan, namun adanya pengaruh tekanan dari luar dapat mempercepat keputusan yang diambil. Hal ini dikarenakan tidak adanya ketegasan dari pemimpin organisasi dalam penyelesaian masalah.
2. Adanya pengaruh kebiasaan lama atau sifat-sifat pribadi
Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi keputusannya tersebut . Dalam hal ini seorang pembuat keputusan akan terbiasa dengan sifat pribadinya. Hal ini dapat dilihat dari sisi kepribadian seorang pemimpin, bagaimana dia mengambil sebuah keputusan dalam mengahadapi masalah. Tentunya seorang pemimpin organisasi harus bijaksana dalam bersikap ketika ada masalah dan mengambil keputusan.
3. Pengaruh dari kelompok lain
Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut.
4. Faktor pengalaman
Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah dialaminya.
Proses pengambilan keputusan
Proses pengambilan keputusan didefinisikan sebagai langkah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang tersedia. Adapun langkah sistematis yang harus dilakukan dalam proses pengambilan keputusan adalah sebgai berikut :
1. Mengidentifikasi atau mengenali masalah yang dihadapi
2. Mencari alternatif perusahaan bagi masalah yang dihadapi
3. Memilih alternatif yang paling efisien dan efektif untuk memecahkan masalah
4. Melaksanakan alternatif tersebut
5. Mengevaluasi apakah alternatif yang dilaksanakan berhasil dan sesuai dengan yang diharapkan.
Berikut ini merupakan penjabaran proses pengambilan keputusan.
1. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan pada dasarnya adalah proses pemecahan masalah yang menghalangi atau menghambat tercapainya tujuan. Agar masalah dapat dipecahkan, terlebih dahulu harus dikenali apa masalahnya.
2. Mencari alternatif pemecahan
Setelah masalah dikenali maka dapat dilakukan pencarian terhadap alternatif-alternatif yang mungkin dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Dalam mencari alternatif hendaknya tidak mamikirkan masalah efisiensi dan efektifitas. Yang terpenting adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya alternatif. Setelah alternatif terkumpul, barulah disusun berurutan dari yang paling diinginkan sampai yang tidak diinginkan.
3. Memilih alternatif
Setelah alternatif tersusun, barulah dapat dilakukan pilihan alternatif yang dapat memberikan manfaat, dalam arti dapat memecahkan masalah dengan cara yang paling efektif dan efisien. Sebelum menjatuhkan pilihan pada sebuah alternatif, ajukan pertanyaan untuk tiap-tiap alternatif.
4. Pelaksanaan alternatif
Setelah alternatif dipilih, tibalah saatnya melaksanakannya ke dalam bentuk tindakan. pelaksanaan harus sesuai denga rencana, agar tujuan memecahkan masalah dapat tercapai.
5. Evaluasi
Setelah alternatif dilaksanakan, bukan berarti proses pengambilan keputusan telah selesai. Pelaksanaan alternatif harus terus diamati, apakah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Bila langkah-langkah pelaksanaan telah dilakukan dengan benar tetapi hasil yang dicapai tidak maksimal, sudah waktunya untuk mempertimbangkan kembali pemilihan alternatif lainnya. Tidak maksimalnya hasil yang dicapai mungkin terjadi karena pengaruh negatif potensial benar-benar terjadi, atau mungkin pengaruh negatif yang tadinya tidak diperkirakan.
Pengambilan keputusan yang efektif menjadi tolak ukur kepemimpinan yang efektif pula. Tetapi kepemimpinan efektif tidak hanya membolehkan diskusi diantara kelompok, tetapi juga mengizinkan mereka berpartisipasi dalam melaksanakan pengambilan keputusan. Jika mereka tidak dilibatkan dalam kegiatan mendiskusikan persoalan yang relavan bagi mereka maka partisipasi mereka dalam pengambilan keputusan tidak akan sukses. Langkah proses pengambilan keputusan ada 5, yaitu identifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan, pelaksanaan alternatif, dan evaluasi.
Selasa, 31 Maret 2015
BEKERJASAMA DALAM KELOMPOK
Nama : Novita Dwi Rahma
NPM : 16113558
KELAS : 2KA13
Sebagai manusia kita tidak akan selamanya menjalani dan melakukan apapun sendirian kan, kita harus belajar bersosialisasi dan bisa melakukan komunikasi dengan manusia lainnya agar kita tidak “terasingkan” diantara manusia-manusia lainnya. Manusia itu merupakan makhluk sosial sehingga diperlukan adanya kelompok. Pengertian kelompok itu sendiri adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok itu misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dengan adanya kelompok manusia dapat bertukar pendapat, menyelesaikan konflik mungkin, atau menyusun sebuah event dan sebagai ajang untuk bersilahturahmi. Didalam suatu kelompok diperlukan adanya kerjasama antar anggotanya agar tujuan yang ingin dicapai nya bisa diwujudkan.
Didalam bekerjasama dalam kelompok ada beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh antara lain memperingan tugas yang harus dipikul oleh masing-masing pihak; menghemat tenaga, pikiran dan dana yang biasanya sangat terbatas dalam setiap kegiatan; dengan dana, tenaga, pikiran yang tersedia, dapat menghasilkan lebih banyak; lebih memberi kemungkinan pada seluruh pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya kemanusiaannya.
Sedangkan kekurangan atau gangguan yang diperoleh dari bekerjasama antar kelompok Ada pihak yang selalu bersikap menyerahkan pekerjaan kepada orang lain dan tidak bersedia bertanggung-jawab; Ada pihak yang bersedia menampung semua pekerjaan meskipun jelas tidak mampu mengerjakannya; Tidak bersedia memberikan sebagian dari kemampuannya untuk membantu pihak lain. Dalam pengertian, ini termasuk tidak bersedia menyerahkan sebagian dari wewenangnya kepada pihak lain; Lekas puas dengan hasil pekerjaannya sendiri, sehingga tidak memperlihatkan dan tidak menaruh perhatian pada pihak yang masih bekerja; Hanya bersedia memberikan sesuatu yang dirasa tidak lagi diperlukan dirinya, sehingga memberi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh pihak lain; Tidak bersedia memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, hanya terus tekun dengan pekerjaannya sendiri; Menutup diri, dan tidak mengundang pihak lain yang dapat memberi bantuan, misal selain berusaha mengerjakan sesuatu dengan sempurna sehingga sulit pihak lain dapat membantu; Tidak bersedia berkorban, misalnya membongkar atau merubah kegiatan yang sudah direncanakan, demi mencapai kerjasama dan hasil kegiatan yang lebih baik; Bersikap maha tahu, sehingga menutup diri untuk minta pendapat dan bantuan pihak lain; Tidak percaya kemampuan pihak lain sehingga tidak bersedia minta bantuan atau pendapat kepadanya.
Didalam bekerjasama dalam kelompok ada beberapa hal yang menjadi point-point ataupun yang mendukung terjalinnya kerjasama yang baik yaitu antara lain kepercayaan, tangggung jawab, membutuhkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi anggota kelompoknya, masing-masing pihak harus sadar dan mengakui kemampuan masing-masing, masing-masing pihak yang akan kerjasama harus mengerti dan memahami akan masalah yang dihadapi, masing-masing pihak yang bekerjasama perlu berkomunikasi, pihak yang bekerjasama perlu peka terhadap pihak lain dalam arti mengerti kesulitan dan kelemahan orang lain; meskipun semua pihak harus memberi sesuai dengan kemampuan, tetapi agar semuanya itu dapat berdaya hasil dan berhasil guna, perlu ada pengaturan, yaitu koordinasi yang mantap, keterbukaan.
Tidak dipungkiri didalam suatu kelompok pasti akan sering timbul konflik. Apabila konflik itu terjadi dapat menyebabkan tujuan yang ingin dicapai menjadi terhambat. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antar anggota kelompoknya agar konflik didalam kelompok bisa berkurang atau malah terhindar dari konflik. Beberapa tanda adanya konflik: anggota kelompok / tim memberi komentar dan saran dengan penuh emosi; anggota kelompok / tim menyerang pendapat orang lain, sebelum gagasan tersebut selesai diungkapkan; banyak keluhan; anggota kelompok / tim saling menyerang langsung ke pribadi dan bukan ke pokok permasalahan; diam ketika ditanya atau diminta pendapat atau bersikap acuh tak acuh.
REFERENSI :
• http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47000431365/bekerjasama-dalam-team-kelompok
• http://ubanzholic.blogspot.com/2008/09/pentingnya-kepercayaan-dan-kerjasama.html
NPM : 16113558
KELAS : 2KA13
Sebagai manusia kita tidak akan selamanya menjalani dan melakukan apapun sendirian kan, kita harus belajar bersosialisasi dan bisa melakukan komunikasi dengan manusia lainnya agar kita tidak “terasingkan” diantara manusia-manusia lainnya. Manusia itu merupakan makhluk sosial sehingga diperlukan adanya kelompok. Pengertian kelompok itu sendiri adalah sekumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama yang berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, mengenal satu sama lainnya, dan memandang mereka sebagai bagian dari kelompok tersebut (Deddy Mulyana, 2005). Kelompok itu misalnya adalah keluarga, kelompok diskusi, kelompok pemecahan masalah, atau suatu komite yang tengah berapat untuk mengambil suatu keputusan. Dengan adanya kelompok manusia dapat bertukar pendapat, menyelesaikan konflik mungkin, atau menyusun sebuah event dan sebagai ajang untuk bersilahturahmi. Didalam suatu kelompok diperlukan adanya kerjasama antar anggotanya agar tujuan yang ingin dicapai nya bisa diwujudkan.
Didalam bekerjasama dalam kelompok ada beberapa keuntungan yang dapat kita peroleh antara lain memperingan tugas yang harus dipikul oleh masing-masing pihak; menghemat tenaga, pikiran dan dana yang biasanya sangat terbatas dalam setiap kegiatan; dengan dana, tenaga, pikiran yang tersedia, dapat menghasilkan lebih banyak; lebih memberi kemungkinan pada seluruh pihak untuk mengembangkan kemampuan dalam rangka menuju terbangunnya kemanusiaannya.
Sedangkan kekurangan atau gangguan yang diperoleh dari bekerjasama antar kelompok Ada pihak yang selalu bersikap menyerahkan pekerjaan kepada orang lain dan tidak bersedia bertanggung-jawab; Ada pihak yang bersedia menampung semua pekerjaan meskipun jelas tidak mampu mengerjakannya; Tidak bersedia memberikan sebagian dari kemampuannya untuk membantu pihak lain. Dalam pengertian, ini termasuk tidak bersedia menyerahkan sebagian dari wewenangnya kepada pihak lain; Lekas puas dengan hasil pekerjaannya sendiri, sehingga tidak memperlihatkan dan tidak menaruh perhatian pada pihak yang masih bekerja; Hanya bersedia memberikan sesuatu yang dirasa tidak lagi diperlukan dirinya, sehingga memberi tidak sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh pihak lain; Tidak bersedia memberi bantuan sesuai dengan kebutuhan dan masalah yang dihadapi, hanya terus tekun dengan pekerjaannya sendiri; Menutup diri, dan tidak mengundang pihak lain yang dapat memberi bantuan, misal selain berusaha mengerjakan sesuatu dengan sempurna sehingga sulit pihak lain dapat membantu; Tidak bersedia berkorban, misalnya membongkar atau merubah kegiatan yang sudah direncanakan, demi mencapai kerjasama dan hasil kegiatan yang lebih baik; Bersikap maha tahu, sehingga menutup diri untuk minta pendapat dan bantuan pihak lain; Tidak percaya kemampuan pihak lain sehingga tidak bersedia minta bantuan atau pendapat kepadanya.
Didalam bekerjasama dalam kelompok ada beberapa hal yang menjadi point-point ataupun yang mendukung terjalinnya kerjasama yang baik yaitu antara lain kepercayaan, tangggung jawab, membutuhkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi anggota kelompoknya, masing-masing pihak harus sadar dan mengakui kemampuan masing-masing, masing-masing pihak yang akan kerjasama harus mengerti dan memahami akan masalah yang dihadapi, masing-masing pihak yang bekerjasama perlu berkomunikasi, pihak yang bekerjasama perlu peka terhadap pihak lain dalam arti mengerti kesulitan dan kelemahan orang lain; meskipun semua pihak harus memberi sesuai dengan kemampuan, tetapi agar semuanya itu dapat berdaya hasil dan berhasil guna, perlu ada pengaturan, yaitu koordinasi yang mantap, keterbukaan.
Tidak dipungkiri didalam suatu kelompok pasti akan sering timbul konflik. Apabila konflik itu terjadi dapat menyebabkan tujuan yang ingin dicapai menjadi terhambat. Oleh karena itu dibutuhkan kerjasama yang baik antar anggota kelompoknya agar konflik didalam kelompok bisa berkurang atau malah terhindar dari konflik. Beberapa tanda adanya konflik: anggota kelompok / tim memberi komentar dan saran dengan penuh emosi; anggota kelompok / tim menyerang pendapat orang lain, sebelum gagasan tersebut selesai diungkapkan; banyak keluhan; anggota kelompok / tim saling menyerang langsung ke pribadi dan bukan ke pokok permasalahan; diam ketika ditanya atau diminta pendapat atau bersikap acuh tak acuh.
REFERENSI :
• http://nikotrileksono.tumblr.com/post/47000431365/bekerjasama-dalam-team-kelompok
• http://ubanzholic.blogspot.com/2008/09/pentingnya-kepercayaan-dan-kerjasama.html
Sabtu, 29 November 2014
KUE TRADISIONAL INDONESIA
Indonesia itu negeri yang memiliki beraneka ragam bangsa, bahasa, budaya, suku. Dan ga hanya itu aja Indonesia juga memiliki tempat-tempat wisata yang bagus dan pastinya lebih indah dan kita rugi kalo lebih milih traveling ke luar negeri daripada traveling dinegeri kita sendiri menyusuri dan menikmati indahnyaa Indonesia. Nah disamping itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam kuliner-kuliner khas dan makanan-makanan tradisional yang enak dan lezat salah satunya adalah macam-macam kue tradisional yang ada di berbagai daerah di nusantara. Macam-macam kue tradisional Indonesia tersebut juga bervariasi ada kue basah dan kue kering tradisional. Kue kue tradisional khas Indonesia itu terkenal dengan rasanya yang enak dan lezat dan proses pembuatannya kebanyakan masih menggunakan peralatan yang sederhana dan itu yang bikin cita rasanya jadi khas dan istimewa. Bahan-bahannya juga ga jauh-jauh dari kelapa, gula merah, daun pisang, tepung beras, dan bahan lainnya.
Tapi, karena proses dan peralatannya yang sederhana banyak yang beranggapan kalau bikin kue tradisional itu sulit. Sehingga itu yang membuat banyak masyarakat gamau belajar dan ga suka buat kue-kue tradisional. Seiring perkembangan zaman, kue kue tradisional ini udah makin ilang dan susah untuk dijumpai, yaa karena tadi itu buatnya susah dan apalagi sekarang udah ada kue-kue kayak rainbow cake, red velvet, cheese cake, macaron, dan apapun itu yang lebih gampang buatnya karena pake oven dan lebih menarik tampilannya yang bikin anak anak muda yang hobinya masak malah lebih milih belajar bikin kue-kue kayak gitu dibanding belajar bikin kue tradisional. Nah, ini nih yang mengancam keberadaan kue-kue tradisional dan sangat disayangkan yaa kalau kue-kue tradisional yang merupakan salah satu wujud identitas budaya Indonesia ini ditinggalkan dan ga dilestariin.
Nah, ada macam-macam kue tradisional khas Indonesia nih yang sebenernya mudah dibuat dan ga sesulit yang dikira orang-orang.mau tau apa aja?cekidot…ada Kue cenil, kue yang dibuatnya dari beras ketan dibungkus sama daun pisang terus disajiinnya dengan siraman saus gula jawa dan ditaburi parutan kelapa. Kue bikang ambon, kue basah tradisional khas kota medan, rasa kuenya itu manis dan empuk tapi buatnya butuh kesabaran. Kue dadar gulung,kue basah tradisional yang kulit dadarnya beraroma pandan yang diisi sama parutan kelapa gula merah, rasanya manis, empuk, dan sedikit legit. Ada juga kue talam, kue mangkok, kue bugis, kue lapis, combro, lumpia goreng semarang, kelepon, kue karang gesing, kue putu, dan masih banyak lagi kue-kue tradisional Indonesia.
Kita sebagai generasi muda yang cewek-cewek dan hobi masak harusnyaa bisa dong yaa bikin kue-kue tradisional jangan cuma jago bikin dan mau belajar buat kue- kue modern yang kebanyakan diimport dari luar kayak rainbow cake, red velvet, cheese cake, macaron tapi kita juga harus mau belajar dan bisa buat kue-kue tradisional Indonesia... Yaa walaupun bikin kue tradisional yang cara buatnya menghabiskan waktu yang lama dan butuh kesabaran tapi kalo kita bisa bikin kue tradisional, itu sama aja kita udah melestarikan keberadaan kue tradisional khas Indonesia…apalagi kita bisa jago menginovasikan dan mengkreasikan kue-kue tradisional Indonesia widihhh hebat bangett tuh…Jadi, buat kita kita nih terutama cewek dan masih muda lagi terus hobinya masak jangan malu dan putus asa ataupun gengsi untuk belajar buat kue-kue tradisional negeri kita sendiri yaitu Indonesia.
Tapi, karena proses dan peralatannya yang sederhana banyak yang beranggapan kalau bikin kue tradisional itu sulit. Sehingga itu yang membuat banyak masyarakat gamau belajar dan ga suka buat kue-kue tradisional. Seiring perkembangan zaman, kue kue tradisional ini udah makin ilang dan susah untuk dijumpai, yaa karena tadi itu buatnya susah dan apalagi sekarang udah ada kue-kue kayak rainbow cake, red velvet, cheese cake, macaron, dan apapun itu yang lebih gampang buatnya karena pake oven dan lebih menarik tampilannya yang bikin anak anak muda yang hobinya masak malah lebih milih belajar bikin kue-kue kayak gitu dibanding belajar bikin kue tradisional. Nah, ini nih yang mengancam keberadaan kue-kue tradisional dan sangat disayangkan yaa kalau kue-kue tradisional yang merupakan salah satu wujud identitas budaya Indonesia ini ditinggalkan dan ga dilestariin.
Nah, ada macam-macam kue tradisional khas Indonesia nih yang sebenernya mudah dibuat dan ga sesulit yang dikira orang-orang.mau tau apa aja?cekidot…ada Kue cenil, kue yang dibuatnya dari beras ketan dibungkus sama daun pisang terus disajiinnya dengan siraman saus gula jawa dan ditaburi parutan kelapa. Kue bikang ambon, kue basah tradisional khas kota medan, rasa kuenya itu manis dan empuk tapi buatnya butuh kesabaran. Kue dadar gulung,kue basah tradisional yang kulit dadarnya beraroma pandan yang diisi sama parutan kelapa gula merah, rasanya manis, empuk, dan sedikit legit. Ada juga kue talam, kue mangkok, kue bugis, kue lapis, combro, lumpia goreng semarang, kelepon, kue karang gesing, kue putu, dan masih banyak lagi kue-kue tradisional Indonesia.
Kita sebagai generasi muda yang cewek-cewek dan hobi masak harusnyaa bisa dong yaa bikin kue-kue tradisional jangan cuma jago bikin dan mau belajar buat kue- kue modern yang kebanyakan diimport dari luar kayak rainbow cake, red velvet, cheese cake, macaron tapi kita juga harus mau belajar dan bisa buat kue-kue tradisional Indonesia... Yaa walaupun bikin kue tradisional yang cara buatnya menghabiskan waktu yang lama dan butuh kesabaran tapi kalo kita bisa bikin kue tradisional, itu sama aja kita udah melestarikan keberadaan kue tradisional khas Indonesia…apalagi kita bisa jago menginovasikan dan mengkreasikan kue-kue tradisional Indonesia widihhh hebat bangett tuh…Jadi, buat kita kita nih terutama cewek dan masih muda lagi terus hobinya masak jangan malu dan putus asa ataupun gengsi untuk belajar buat kue-kue tradisional negeri kita sendiri yaitu Indonesia.
DAERAH ASALKU...
Aku lahir disurakarta atau orang kenalnya dengan kota solo. Masih ada sedikit orang yang gatau kota solo, kota solo itu di jawatengah. Orang orang solo itu terkenal lembut, sopan, ramah, santun, dan jawanya tuh kalo ngomong medok banget kayak aku gini walaupun udah tinggal lama di Jakarta tapi kadang-kadang kalo ngomong masih suka medok hehehe.
Solo itu punya banyak tempat-tempat wisata menarik buat dikunjungin dan yang pasti nambah wawasan kita tentang budaya di Indonesia, apalagi kita sebagai generasi muda harus ngelestariin dan ngejaga budaya negeri kitaa sendiri. Contoh tempat wisatanya itu misalkan Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka. Buat pecinta batik bisa kunjungin Pasar Klewer, atau Daerah Laweyan yaitu suatu tempat khusus penguasaha batik, ga cuma beli batiknya aja tapi kita juga bisa belajar nge-batik, atau bisa juga ke Batik Danar Hadi yang udah terkenal banget. Yang pengen tau tentang penemuan fosil-fosil manusia purba yang ditemuin di daerah Jawa tengah bisa kunjungin Museum Sangiran. Dan buat yang mau refreshing dan ngilangin penat bisa kunjungin Tawang Mangu,tempatnya enak banget dingin ada air terjunnya lagi.
Solo itu dikenal sebagai salah satu kota yang merupakan “Gudang” nya makanan enak. Banyak makanan minuman maupun jajanan yang khas yang dengan gampang kita jumpai di Solo. Kita akan dimanjakan sama macam-macam makanannya yang tersebar di berbagai sudut kota ini, yang menyajikan cita rasa khas dan eksotis yang langka dijumpai di tempat lain. Contohnya Nasi Liwet (salah satu makanan khas solo yang paling terkenal. Nasinyaa guruh banget terus dicampur sayur labu siam yang agak pedes dikit, telur pindang rebus,suwiran daging ayam, dan areh atau kumut yang dibuatnya itu dari kuah santan yang dikentalkan dan tempatnya itu pake daun pisang yang dipincuk), Timlo Solo (hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam. Menu ini makannya pake nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Beda sama daerah lain, timlo solo ga pakai soun dan jamur), Tengkleng, Cabuk Rambak, Pecel Ndeso, Sate Kere, Sambal Tumpang, Selat Solo, Bakmi Toprak, Serabi Solo, Intip,Gempol Pleret, dan masih banyak kuliner khas solo yang enak-enak dan orang jawa itu masakannya identik manis…
Solo jugaa punya kebudayaan-kebudayaan daerah yang sampe sekarang disekolah-sekolah yang ada di solo ekskulnya juga ada,hebat kan? Masih dipertahanin sampe sekarang dan yang pasti makin berkembang ngikutin zaman. Kebudayaan-kebudayaan di solo yang sampe sekarang masih terus bertahan dan banyak turis asing yang berkunjung ke solo yang mau pelajarin kebudayaan di solo itu antara lain gamelan jawa, sama tarian-tarian keraton gitu misalnya Tari Bedhaya Ketawang, tapi ada juga kebudayaan solo yang sampe sekarang masih dilaksanakan antara lain upacara sekaten, kirab pusaka 1 suro, grebeg sudiro.
Segitu mungkin sedikit informasi tentang daerah asalku yaitu solo, kota yang banyak kebudayaan dan sampe sekarang masih tetap dilestarikan dan dipelajari oleh setiap generasinya. Kota yang banyak dengan kuliner-kuliner yang enak dan kalian wajib coba makanan dan minuman khas solo kalo kalian berkunjung ke solo. Kota yang masyarakatnyaa ramah dan sangat terbuka dengan siapapun. Kotaa yang kasih banyak kenangan sewaktu aku masih kecil.
Solo itu punya banyak tempat-tempat wisata menarik buat dikunjungin dan yang pasti nambah wawasan kita tentang budaya di Indonesia, apalagi kita sebagai generasi muda harus ngelestariin dan ngejaga budaya negeri kitaa sendiri. Contoh tempat wisatanya itu misalkan Keraton Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran, Museum Radya Pustaka. Buat pecinta batik bisa kunjungin Pasar Klewer, atau Daerah Laweyan yaitu suatu tempat khusus penguasaha batik, ga cuma beli batiknya aja tapi kita juga bisa belajar nge-batik, atau bisa juga ke Batik Danar Hadi yang udah terkenal banget. Yang pengen tau tentang penemuan fosil-fosil manusia purba yang ditemuin di daerah Jawa tengah bisa kunjungin Museum Sangiran. Dan buat yang mau refreshing dan ngilangin penat bisa kunjungin Tawang Mangu,tempatnya enak banget dingin ada air terjunnya lagi.
Solo itu dikenal sebagai salah satu kota yang merupakan “Gudang” nya makanan enak. Banyak makanan minuman maupun jajanan yang khas yang dengan gampang kita jumpai di Solo. Kita akan dimanjakan sama macam-macam makanannya yang tersebar di berbagai sudut kota ini, yang menyajikan cita rasa khas dan eksotis yang langka dijumpai di tempat lain. Contohnya Nasi Liwet (salah satu makanan khas solo yang paling terkenal. Nasinyaa guruh banget terus dicampur sayur labu siam yang agak pedes dikit, telur pindang rebus,suwiran daging ayam, dan areh atau kumut yang dibuatnya itu dari kuah santan yang dikentalkan dan tempatnya itu pake daun pisang yang dipincuk), Timlo Solo (hidangan berkuah bening yang berisi sosis ayam yang dipotong-potong, telur ayam pindang dan irisan hati dan ampela ayam. Menu ini makannya pake nasi putih yang ditaburi bawang goreng. Beda sama daerah lain, timlo solo ga pakai soun dan jamur), Tengkleng, Cabuk Rambak, Pecel Ndeso, Sate Kere, Sambal Tumpang, Selat Solo, Bakmi Toprak, Serabi Solo, Intip,Gempol Pleret, dan masih banyak kuliner khas solo yang enak-enak dan orang jawa itu masakannya identik manis…
Solo jugaa punya kebudayaan-kebudayaan daerah yang sampe sekarang disekolah-sekolah yang ada di solo ekskulnya juga ada,hebat kan? Masih dipertahanin sampe sekarang dan yang pasti makin berkembang ngikutin zaman. Kebudayaan-kebudayaan di solo yang sampe sekarang masih terus bertahan dan banyak turis asing yang berkunjung ke solo yang mau pelajarin kebudayaan di solo itu antara lain gamelan jawa, sama tarian-tarian keraton gitu misalnya Tari Bedhaya Ketawang, tapi ada juga kebudayaan solo yang sampe sekarang masih dilaksanakan antara lain upacara sekaten, kirab pusaka 1 suro, grebeg sudiro.
Segitu mungkin sedikit informasi tentang daerah asalku yaitu solo, kota yang banyak kebudayaan dan sampe sekarang masih tetap dilestarikan dan dipelajari oleh setiap generasinya. Kota yang banyak dengan kuliner-kuliner yang enak dan kalian wajib coba makanan dan minuman khas solo kalo kalian berkunjung ke solo. Kota yang masyarakatnyaa ramah dan sangat terbuka dengan siapapun. Kotaa yang kasih banyak kenangan sewaktu aku masih kecil.
DUNIA KULIAH
Kuliah atau perkuliahan itu udah jenjang yang paling tinggi di pendidikan buat dapatin gelar sarjana S1, S2, maupun S3. Dikuliahan kita panggil guru itu dosen bukan lagi pak guru atau bu guru, dan kita nyebut pelajaran itu mata kuliah. Kuliah itu sistemnya ambil sks bukan lagi yang mata pelajarannya ditentuin dari sekolah. Kuliah itu udah ga kenal yang namanya ulangan tapi nyebutnya kuis. Kuliah juga ga kayak sekolah yang selalu masuk pagi jam setengah 7 dan pulang jam 3an tapi kuliah itu bisa aja pagi, siang, atau sore tergantung jadwal aja. Kuliah itu gabisa main-main karena kalau kita main-main kita bisa-bisa ngulang banyak mata kuliah atau malah ga lulus-lulus dan jadi mahasiswa abadi…gamau kan pasti? Kuliah itu udah beda banget kayak waktu di SMA udah susah banget buat yang santai-santai kalo ngerjain tugas, belajar juga harus sendiri dan kita yang harus aktif nanya ke dosen atau aktif ke perpus buat cari bahan referensi belajar, kalo kuis aja kadang dadakan jadi harus siap-siap. Kuliah itu kita akan ketemu teman-teman dengan berbagai macam karakter dan tingkah laku ada yang baik, nyebelin, gampang ngambek, seruu, nyenengin, ramah, sabar, pendiem, petakilan, kayak anak kecil, bijak, dan banyak deh tergantung kalian aja mau temenan sama karakter yang kayak gimana, tapi saran aku jangan pilih-pilih temen, kita harus bisa berbaur ke siapa aja supaya kita punya banyak relasi karena kuliah itu makin banyak temen makin gampang juga buat kita dapetin informasi-informasi terbaru soal event-event kampus atau berita-berita terupdate lainnya. Di kuliah itu kita kan udah makin beranjak dewasa jadi harus kita udah harus bisa nilai mana temen yang baik buat kita mana temen yang ga baik buat kita. Kuliah itu pergaulannya makin luas banget jadi kita jugaa harus bisa jaga diri dan jangan sampe mau ke pengaruh ke hal-hal yang sifatnya negatif. Dikuliahan itu temenannya kalo udah solid banget yaudahh akan solid dan saling peduli satu sama lain. Intinya dunia kuliah itu tempat dan sarana kita untuk belajar bersosialisasi, aktualisasi, juga tempat supaya kita lebih peka sama keadaan sekeliling kita, dan juga tempat kita nuntut ilmu yang pasti,sebagai jembatan kesuksesan kita dimasa depan kita.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)




